Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi alat pengering hasil pertanian berbasis energi surya di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Inovasi tersebut diharapkan mampu membantu petani menjaga kualitas hasil panen sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat proses penjemuran secara konvensional.
Program bertajuk SURYA (Solusi Unggul Pengeringan Hasil Pertanian Berbasis Energi Surya) ini digagas oleh mahasiswi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unhas, Nur Reva Liza, dan dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026).
Nur Reva Liza menjelaskan, alat SURYA dirancang sebagai teknologi tepat guna yang memanfaatkan energi matahari untuk mengeringkan hasil pertanian secara lebih higienis dan efisien.
“Selama ini proses penjemuran masih banyak dilakukan secara terbuka sehingga hasil panen rentan terkena debu, kotoran, serangga, maupun perubahan cuaca yang dapat menurunkan kualitas serta nilai jual produk. Melalui alat ini, kami berharap petani memiliki alternatif pengeringan yang lebih aman dan efektif,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai fungsi, manfaat, spesifikasi, cara pembuatan, penggunaan, hingga perawatan alat. Mahasiswa juga membagikan buku panduan sebagai bahan pendamping agar masyarakat dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri.
Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan alat. Dalam praktik tersebut diperlihatkan tahapan penyusunan hasil panen pada rak pengering, pemasangan penutup plastik UV, penempatan alat di bawah sinar matahari, hingga proses pemeriksaan tingkat kekeringan hasil panen.
Sekretaris Desa Pattallassang, Kadir, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, alat tersebut memiliki desain sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, dan berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alat ini sangat baik karena sederhana, mudah dibuat, dan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan serta kualitas hasil pertanian selama proses pengeringan,” kata Kadir.
Melalui program SURYA, mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan TTG Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat desa. Selain meningkatkan kualitas hasil panen, alat ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi produk pertanian sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Desa Pattallassang. (*)


