Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh masyarakat pesisir, khususnya pelaku UMKM, pedagang, dan warga setempat, serta mendapat dukungan dari mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.

Program ini merupakan inisiatif Tika Yusuf Biu, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari program kerja individu selama pelaksanaan KKN.

Tika menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi hasil observasi yang menunjukkan sebagian besar transaksi jual beli di Kelurahan Bonto Sunggu masih dilakukan secara tunai. Sementara itu, pemanfaatan pembayaran digital, khususnya QRIS, masih tergolong rendah.

Padahal, menurutnya, penggunaan QRIS dapat memberikan berbagai kemudahan, mulai dari transaksi yang lebih cepat, aman, dan praktis hingga membuka peluang usaha yang lebih luas karena mampu melayani konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran digital.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami manfaat QRIS dan mulai memanfaatkan pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman serta mendukung kemajuan usaha yang dimiliki,” ujar Tika.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar QRIS, manfaatnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM, tata cara bertransaksi menggunakan QRIS, proses pendaftaran bagi pelaku usaha, hingga pentingnya menjaga keamanan dalam bertransaksi secara digital.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat pesisir, khususnya pelaku UMKM di Kelurahan Bonto Sunggu, semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi di sektor keuangan. Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan usaha, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat perekonomian lokal melalui penerapan sistem pembayaran yang lebih modern, aman, dan efisien. (*)