SELAYAR – Kapal Mesin (KM) Nurul Salsa tenggelam di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu 15 Juli 2026. Hingga kini proses pencarian dan validasi data korban kecelakaan laut tersebut masih terus digenjot.
Tim SAR gabungan yang melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta warga setempat bergerak cepat menyisir lokasi kejadian dan menghimpun informasi terbaru dari posko darurat.
Berdasarkan laporan sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 42 orang dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi dari rombongan manifes kapal tersebut.
Namun, dari laporan yang diterima, insiden ini juga memakan korban jiwa. Satu penumpang bernama Salmawati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah diserahkan kepada keluarga melalui otoritas terkait.
Daftar Penumpang dan ABK yang Berhasil Diselamatkan
Aparat di lapangan terus mencocokkan identitas para korban yang selamat. Hingga saat ini, tercatat ada 33 penumpang yang dipastikan aman dan tengah mendapatkan penanganan medis maupun trauma healing.
Mereka yang selamat di antaranya adalah Fildayanti (21), Abraf (3), Abrar (5), Marliana (31), Wirda (38), Ismail (36), Sofyan (48), Ratang (38), Andi Ratih (46), Asfandi (36), Wail/Nail (17), Basriadi (45), Dahlia (27), Safutra (2), Igo (27), Nur Aeda (50), Halmiati (37), H. Bahri (70), Andi Sahril (40), Agung Akbar (15), Farhan Ihwani (15), Rosmaeni (59), Nail (12), Alfati (8), Jinar (20), Imel Aulia (19), Nur Aisyah (20), Elianti Nur (19), Tasmar (49), Jumrahwati (41), Nirdawati (36), Muh Akip (25), serta Akil Akbar (20).
Selain daftar penumpang di atas, tujuh Anak Buah Kapal (ABK) termasuk sang juragan juga dilaporkan selamat dalam tragedi KM Nurul Salsa tenggelam ini. Mereka adalah:
- Marling (36, Juragan Kapal)
- Arjun (20)
- Zikri (19)
- Masran (30)
- Irfandi (22)
- Saldianto (25)
- Dani (35)
Sementara itu, enam korban selamat lainnya telah dievakuasi secara terpisah menuju wilayah Polassi. Keenam warga tersebut diidentifikasi atas nama Junaedi, Muhammad Askar, Salla, Anhar, Nasma, dan Riswan.
Pencarian Terfokus pada Korban Hilang dan Data Non-Manifes
Tantangan terbesar dalam operasi evakuasi korban KM Nurul Salssa saat ini adalah melacak puluhan orang yang dilaporkan masih hilang. Tim SAR tengah memprioritaskan pencarian terhadap 21 orang yang namanya tercatat resmi di manifes kapal namun belum ditemukan.
Mereka adalah Cia, Bau Intang, Sahrul Amin, Hasriani, Nasrawati, Riswan, Madang, Januari, Malli, Maridaeng, Umar, Naura, Naya, Abi/Adi, Nurhayati, Yusriyanti, Asseng, Malida, Hasbi, Iya/Ifa, dan Rosmaeni.
Situasi menjadi lebih kompleks lantaran munculnya laporan mengenai adanya diduga penumpang gelap atau korban yang belum terdata di manifes resmi.
Ada 7 orang di luar manifes yang dilaporkan hilang oleh kerabat mereka, yakni Jaenuddin, Nurmiati, Jasmal, Diska, Musliana, Sitti Amang, dan Andi Sama.
“Kami juga menerima aduan dari masyarakat Kampung Tangnga terkait adanya warga Marege yang diduga ikut berlayar. Ada sepasang suami istri asal Marege (Tomi dan istrinya), seorang warga bernama Bukak, serta empat warga Marege lainnya yang keberadaannya masih misterius,” ujar salah satu petugas posko pencarian.
Imbauan Resmi Otoritas Terkait
Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh data yang dirilis saat ini masih bersifat dinamis. Proses cross-check antara data manifes, posko evakuasi, dan laporan langsung dari keluarga korban masih terus berjalan secara intensif.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak menyebarkan spekulasi atau informasi hoaks terkait jumlah korban, dan selalu memantau perkembangan resmi dari posko terpadu di lokasi. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dimaksimalkan demi menemukan seluruh korban yang tersisa. (***)


