Buton Tengah – Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah. Seorang dokter haji bernama dr. Fitri Rezkiani, yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) UPG 38 asal Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pelayanan jemaah haji.
Informasi yang berhasil dihimpun Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 7 Juni 2026 waktu Arab Saudi (WAS), sekitar pukul 23.00, di King Abdulaziz Hospital, Makkah.
Kepastian wafatnya tenaga kesehatan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Baubau, Halkin.
Halkin menyebut bahwa almarhumah wafat saat masih menjalankan tugas mendampingi dan memberikan layanan kesehatan kepada jemaah haji Kloter UPG 38.
“Almarhumah sudah disemayamkan di Arab Saudi pada Senin, 8 Juni 2026 waktu setempat,” ujar Halkin saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (8/6/2026).
Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci penyebab meninggalnya almarhumah. Informasi awal yang diterima hanya menyebutkan bahwa dr. Fitri meninggal dunia akibat sakit saat bertugas di Tanah Suci.
“Mengenai penyakitnya saya belum mendapat informasi yang pasti,” tambahnya.
Kepergian dr. Fitri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, serta jemaah haji yang selama ini mendapatkan pendampingan medis darinya.
Dalam kapasitasnya sebagai bagian dari TKHK, almarhumah memiliki peran penting dalam menjaga kondisi kesehatan jemaah selama rangkaian ibadah haji berlangsung.
Dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Tanah Suci mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ucapan belasungkawa juga terus mengalir dari kalangan tenaga kesehatan hingga masyarakat luas.
Kepergian dokter haji asal Sultra ini menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan daerah, khususnya tim pelayanan haji Indonesia yang saat ini masih bertugas di Arab Saudi. (***)

