LUWU TIMUR – Kelangkaan gas elpiji subsidi atau LPG 3 kilogram (Kg) kembali dikeluhkan warga Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selain sulit diperoleh, warga mengaku harga gas melon tersebut juga melambung tinggi hingga mencapai Rp35 ribu sampai Rp50 ribu per tabung.
Kondisi ini membuat masyarakat menjerit, terutama kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga menduga kelangkaan tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Pertamina, melainkan adanya dugaan permainan oleh oknum agen dan pangkalan yang menyalahgunakan distribusi gas bersubsidi.
Rijal, warga Desa Wondula, Kecamatan Towuti, mengaku masyarakat saat ini kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Kalaupun tersedia, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami menduga stok sebenarnya ada dan pasokannya cukup. Namun ada oknum yang diduga menimbun terlebih dahulu lalu menjualnya ke luar daerah. Akibatnya di kampung kami terjadi kelangkaan dan harga melonjak hingga Rp50 ribu per tabung,” ujar Rijal kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Senin (1/6/2026).
Menurut dia, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli gas dengan harga mahal karena kebutuhan memasak sehari-hari harus tetap terpenuhi.
“Kalau sudah langka dan ada yang jual Rp50 ribu, masyarakat terpaksa beli karena memang dibutuhkan. Kami berharap pemerintah dan aparat kepolisian segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan,” katanya.
Warga juga meminta agar distribusi LPG 3 Kg subsidi gersebut diawasi secara ketat, terutama pada jalur-jalur yang rawan terjadi penyelewengan distribusi antarwilayah.
Mereka berharap aparat dapat menindak tegas oknum pangkalan maupun agen yang terbukti menyalahgunakan distribusi elpiji subsidi.
Sementata itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang dikonfirmasi ihwal keluhan tersebut mengatakan bahwa penyaluran LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Luwu Timur berjalan sesuai perencanaan dan didukung dengan tambahan pasokan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode libur nasional dan Hari Raya Idul Adha.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VII Gas, Mulian Pratama, menyampaikan bahwa kondisi stok LPG 3 kilogram di wilayah Luwu Timur dalam keadaan aman dan terus dipantau secara berkala bersama agen serta pangkalan resmi.
“Sebagai langkah antisipasi peningkatan konsumsi masyarakat, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram melalui skema fakultatif dan extra dropping sepanjang Mei 2026,” ujar Mulian. Senin, 1/6/2026.
Sepanjang Mei 2026, kata dia Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram melalui skema fakultatif dan extra dropping dengan total sebanyak 27.600 tabung untuk mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.
Secara total, pada minggu terakhir Mei 2026 Pertamina telah menambahkan pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 11.920 tabung untuk memperkuat ketersediaan energi bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.
Pertamina juga terus melakukan koordinasi secara intensif, berkelanjutan, dan berkesinambungan dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta stakeholder terkait dalam melakukan pengawasan distribusi LPG subsidi di lapangan.
Monitoring dilakukan secara rutin untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengimbau masyarakat untuk membeli LPG subsidi melalui pangkalan dan agen resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pangkalan resmi merupakan jalur distribusi yang diawasi secara langsung sehingga masyarakat dapat memperoleh LPG subsidi dengan harga yang sesuai ketentuan. Kami mengajak masyarakat untuk melakukan pembelian melalui saluran resmi agar distribusi berjalan lebih tertib dan tepat sasaran,” kata Lilik.
Ia menambahkan bahwa harga yang terbentuk di tingkat pengecer berada di luar rantai distribusi resmi Pertamina. Bersama pemerintah daerah, Pertamina terus mendukung upaya pengawasan di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi LPG subsidi kepada masyarakat.
Apabila masyarakat menemukan kendala distribusi, kesulitan memperoleh LPG di pangkalan resmi, maupun indikasi pelanggaran penyaluran LPG subsidi, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. (***)

