Makassar – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza dilaporkan ditahan pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, Senin (18/5/2026).

Para WNI tersebut tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang berlayar membawa logistik untuk warga Palestina di Gaza. Salah satu relawan yang ikut dalam misi itu adalah Andi Angga Prasadewa, relawan asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pria berusia 33 tahun tersebut diketahui bergabung sebagai delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat dan berada di atas kapal Josef saat armada dicegat militer Israel.

Sebelum komunikasi terputus, Andi Angga sempat mengirim rekaman video berisi pesan darurat. Dalam video tersebut, ia menyebut bahwa rombongan mereka ditangkap saat menjalankan misi kemanusiaan untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza.

“Jika video ini sudah ditonton, berarti saya telah diculik Zionis Israel di perairan internasional,” ujar Andi Angga dalam rekaman yang diunggah melalui media sosial Rumah Zakat.

Andi Angga juga meminta Pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah hukum dan diplomatik untuk membebaskan seluruh peserta misi.

Selain relawan kemanusiaan, tiga jurnalis Indonesia juga berada dalam rombongan tersebut, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Mereka ikut dalam pelayaran bantuan yang disebut membawa kebutuhan mendesak bagi warga Gaza, seperti obat-obatan, bahan makanan, susu formula bayi, dan perlengkapan medis.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengecam keras tindakan Israel terhadap armada bantuan internasional tersebut. Pemerintah Indonesia juga mendesak agar seluruh awak kapal dan relawan segera dibebaskan.

Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di luar negeri.

“Kami mendesak Pemerintah Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujarnya.

Menurut Kemenlu, koordinasi dilakukan bersama KBRI Ankara, KBRI Cairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI.

Berikut daftar sembilan WNI yang dilaporkan ditangkap tentara Israel sebagaimana data yang berhasil dihimpun Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com:

1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu. (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Andi Angga Prasadewa – (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad – (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo. (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1

6. ⁠Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho – (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk

Sembilan WNI ditahan pasukan Israel dalam misi bantuan internasional ini kini menjadi sorotan di Indonesia. Pemerintah didesak agar bergerak cepat melalui jalur diplomatik dan hukum internasional guna memastikan keselamatan seluruh relawan dan jurnalis yang masih ditahan. ***