Mamasa – Deru mesin turbin yang selama ini menjadi harapan hidup masyarakat di Dusun Sambaho dan Dusun Tambating, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, kini hanya menyisakan keheningan.
Longsor yang menerjang kawasan pegunungan itu melumpuhkan turbin listrik milik warga dan membuat puluhan kepala keluarga terpaksa hidup dalam keterbatasan selama hampir satu bulan terakhir.
Bencana kembali terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026. Material longsor menghantam rumah turbin dan merusak tiga batang pipa utama yang selama ini mengalirkan air menuju mesin pembangkit listrik masyarakat.
M. Yahya P., warga Dusun Sambaho, mengungkapkan bahwa sebelum longsor susulan terjadi, turbin sebenarnya sudah lebih dulu tidak berfungsi akibat tertimbun material longsor sebelumnya.
“Sudah hampir satu bulan turbin tidak menyala. Kemudian longsor kembali terjadi dan menghancurkan pipa pengalir air ke mesin turbin,” ungkapnya.
Material longsor yang menghantam fasilitas turbin diperkirakan membentang hingga sekitar 40 meter. Kerusakan itu membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama pada malam hari ketika warga hanya mengandalkan penerangan seadanya.
Turbin tersebut merupakan satu-satunya sumber listrik bagi masyarakat di wilayah pedalaman tersebut. Sedikitnya 62 Kepala Keluarga terdampak akibat kerusakan itu, terdiri dari:
– 21 KK di Dusun Sambaho Dua,
– 16 KK di Dusun Sambaho Satu, dan
– 25 KK di Dusun Tambating.
Di tengah keterbatasan dan tanpa bantuan alat berat, warga memilih bertahan dengan cara mereka sendiri. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, masyarakat bergotong royong memperbaiki turbin menggunakan alat seadanya. Pipa-pipa yang masih layak dipasang kembali demi menghidupkan aliran listrik yang selama ini menjadi penopang aktivitas warga.
Perjuangan masyarakat memperbaiki turbin dilakukan di tengah ancaman longsor susulan dan kondisi medan yang sulit dijangkau. Lokasi turbin yang berada sekitar dua kilometer dari pemukiman warga membuat proses perbaikan harus dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan secara manual.
Hingga kini belum ada bantuan maupun penanganan dari pemerintah terkait kerusakan fasilitas tersebut. Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk dan masyarakat benar-benar terisolasi dalam kegelapan.
“Kami hanya berharap pemerintah bisa membantu agar turbin ini kembali menyala, karena itu satu-satunya sumber listrik kami,” tutup M. Yahya P. (***)

