Beritasulsel.com – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di SMP Negeri 10 Parepare menuai sorotan dari warga dan orang tua siswa. Paket makanan yang diantar pada sore hari dinilai tidak memenuhi harapan pemenuhan gizi bagi pelajar.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga pada Sabtu (14/3/2026), menu MBG yang dibagikan kepada siswa hanya berisi satu buah apel, satu bungkus kecil kacang goreng, satu bungkus kecil abon, dan empat buah lengkeng.

Menu tersebut diantar ke sekolah sekitar waktu Ashar, setelah sebelumnya sempat mengalami keterlambatan. Kondisi ini memicu kekecewaan warga karena paket makanan dianggap jauh dari ekspektasi program pemenuhan gizi bagi siswa.

Seorang warga yang mengunggah keluhan di media sosial menyebutkan, isi paket MBG tersebut justru membuat masyarakat terkejut.

“Postingki ini MBG SMP 10 Parepare hari ini. Diantar waktu Ashar dan isinya membuat jantung berdetak kencang karena jauh dari ekspektasi pemenuhan gizi,” tulisnya. Sabtu, 14/3/2026.

Warga juga menyoroti bahwa selama dua hari terakhir menu MBG tidak lagi menyertakan telur dan susu, yang sebelumnya disebut sebagai bagian penting dalam menu program tersebut.

Selain itu, keterlambatan distribusi juga menjadi sorotan. Paket makanan disebut baru diantar pada sore hari dengan alasan masih dalam proses pengemasan.

“Dibilang diantar nanti karena masih banyak dikemas. Kemasan besar tapi isinya kerempeng,” tulis warga tersebut.

Sumber di sekolah menyebutkan bahwa pihak SMP Negeri 10 Parepare sempat menolak paket MBG tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan janji dari pihak penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program MBG sendiri merupakan program yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di sekolah. Namun, dalam beberapa hari terakhir pelaksanaan program tersebut di sejumlah sekolah di Kota Parepare mulai menuai sorotan warga, terutama terkait keterlambatan distribusi dan kualitas menu. (*)