Beritasulsel.com – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di SMP Negeri 1 Parepare, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian warga. Menu yang dibagikan kepada siswa terdiri dari satu potong bolu pisang, satu buah jeruk hijau, satu bungkus kacang telur, serta satu butir telur ayam rebus. Selasa, 3/3/2026.

Dalam lembar keterangan yang disertakan pada paket makanan tersebut, juga dicantumkan rincian harga setiap item. Bolu pisang disebut memiliki harga Rp2.800, kacang telur Rp3.000, telur ayam Rp2.066, serta jeruk hijau Rp1.800.

Selain harga, lembar tersebut juga mencantumkan kandungan gizi dari paket menu MBG tersebut. Di antaranya energi sebesar 558,7 kilokalori, karbohidrat 89,3 gram, protein 17,7 gram, lemak 39,7 gram, serta serat 0,9 gram.

Namun, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mempertanyakan kesesuaian antara komposisi harga dan kandungan gizi yang tercantum pada menu tersebut. Ia meminta agar data yang disajikan benar-benar sesuai dengan kondisi makanan yang dibagikan kepada siswa.

Warga tersebut juga mendesak agar pengawasan terhadap dapur penyedia makanan atau SPPG di Kota Parepare dilakukan secara rutin.

“Ini masih perlu diperiksa secara rutin. Jangan sampai komposisi yang dituliskan itu hanya seadanya dan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan gizi anak SMP?,” ujar warga tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pedoman kebutuhan gizi anak, perempuan usia 12 tahun rata-rata membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari, dengan kebutuhan protein sekitar 50 hingga 60 gram, lemak 60 hingga 70 gram, serta karbohidrat 250 hingga 300 gram.

Selain itu, anak usia tersebut juga membutuhkan asupan kalsium sekitar 1.200 miligram untuk mendukung pertumbuhan tulang, serta zat besi sekitar 15 miligram guna mencegah anemia.

Para ahli gizi menyarankan agar kebutuhan nutrisi anak dipenuhi melalui makanan yang beragam, mulai dari sayuran dan buah, sumber protein seperti daging, ikan, telur dan kacang-kacangan, karbohidrat seperti nasi atau roti, hingga susu dan produk olahannya yang kaya kalsium.

Dengan demikian, pengawasan terhadap kualitas dan komposisi gizi pada program MBG dinilai penting agar tujuan pemenuhan gizi siswa benar-benar tercapai. (*)