Beritasulsel.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare kembali menuai keluhan. Seorang siswa kelas II berusia 16 tahun di MAN 2 Parepare mengaku menu MBG yang diterimanya tidak layak dan dirapel selama tiga hari.

“Menu yang saya terima itu kurma, kerupuk tempe, kacang, dan agar-agar. Rasanya hambar,” ujar siswa tersebut saat dimintai keterangan, Selasa, 24/2/2026.

Ia menyebutkan, pembagian makanan dilakukan sekaligus untuk jatah Senin hingga Rabu.

Keluhan ini menambah daftar kritik terhadap pelaksanaan MBG, khususnya pada bulan Ramadan. Dalam dua hari terakhir, beragam unggahan di media sosial Parepare memperlihatkan menu MBG yang dinilai lebih menyerupai takjil buka puasa ketimbang makanan bergizi seimbang.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Bumi Harapan Cabang Parepare, Aslan Abidin, meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak bermain-main dengan anggaran negara.

“Apa susahnya program MBG ini dijalankan sesuai petunjuk teknis (juknis)? Anggarannya sudah jelas, standar gizinya juga sudah diatur,” kata Aslan.

Ia merujuk pada ketentuan dalam juknis MBG yang menetapkan anggaran Rp10 ribu per porsi untuk siswa kelas III hingga XII, serta Rp8 ribu per porsi untuk jenjang TK sampai kelas II. Selain itu, standar gizi disebutkan berada pada kisaran 500–700 kilokalori per hari.

Menurut Aslan, pembagian menu yang dirapel dan komposisinya tidak mencerminkan pemenuhan standar kalori harian sebagaimana diatur dalam juknis. Ia juga menyinggung bahwa porsi keuntungan bagi pengelola telah diatur, sehingga tidak ada alasan untuk mengurangi kualitas makanan.

“Jangan karena alasan meningkatkan perputaran ekonomi melalui program MBG, lalu dijadikan kesempatan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ia mendesak koordinator wilayah SPPG Kota Parepare segera memberi atensi atas keluhan masyarakat. “Mereka digaji oleh negara melalui pajak rakyat. Harusnya ada tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan program Asta Cita Presiden,” kata dia. (*)