Beritasulsel.com – Syahrullah Sanusi menanggapi kritikan terhadap Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dari salah satu oknum yang dinilai tidak sesuai dengan fakta, data, dan kenyataan. Menurut Syahrullah, kritikan tersebut hanya mencari sensasi dan tidak dapat memberikan solusi.

“Kita semua butuh kritikan agar dapat membangun kesadaran etis. Tapi pada kenyataannya, dimasa sekarang ini, tidak jarang kritik lebih semata-mata menghancurkan Demokrasi,” ungkap Syahrullah.

Bagi Syahrullah, kritikan yang sehat harus berdasarkan data dan fakta, serta tidak merusak martabat kemanusiaan. “Kritik tidak boleh merusak martabat kemanusiaan,” tegasnya.

Syahrullah juga mengutip perkataan Antonius Benny Susetyo, “Kesadaran etis dapat membangun ruang Demokrasi. Sadar akan berargumen, dan sadar membangun wacana maka itulah ruang Demokrasi yang tepat.”

Ia berharap masyarakat Sulawesi Selatan dapat memahami pentingnya kritikan yang sehat dan membangun, serta tidak terpengaruh oleh kritikan yang hanya provokatif dan merusak.

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.” (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy). (*)