Makassar – Usai dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, langsung mengarahkan anggotanya memberantas membersihkan sarang narkoba.di Kota Makassar.

Tim gabungan dari Polrestabes Makassar, Ditresnarkoba Polda Sulsel, dan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar sukses menggulung para terduga pelaku narkoba di Kampung Sapiria Borta, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu dini hari (10/10/2026).

Operasi besar-besaran ini mengamankan sedikitnya 104 orang. Tiga di antaranya teridentifikasi sebagai bandar besar yang mengendalikan peredaran gelap narkotika di kawasan tersebut.

Penindakan cepat dan terukur ini menjadi bukti komitmen awal Irjen Pol M. Awal Chairuddin dalam memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya di wilayah hukum Polda Sulsel.

Untuk diketahui, putra daerah asal Makassar ini resmi dilantik oleh Kapolri sebagai Kapolda Sulsel pada Sabtu malam (3/10/2026) di Mabes Polri. Lulusan Akpol 1994 ini menggantikan pejabat lama, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, yang berpindah tugas ke lingkungan Mabes Polri.

Dari informasi yang dihimpun, Penggerebekan berskala besar di Sapiria Borta yang melibatkan 105 personel gabungan tersebut sempat diwarnai perlawanan dari kelompok warga lokal. Mereka melempari petugas menggunakan batu dan kayu.

Tak hanya itu, kelompok pengedar juga membangun kembali barikade loket transaksi berlapis pintu baja tebal untuk mengelabui dan menghambat penyergapan petugas.

Konstruksi benteng besi ini sempat dirobohkan kepolisian pada penggerebekan yang dilakukan aparat tahun lalu, namun kembali didirikan pelaku dengan struktur yang lebih kokoh.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso saat konferensi pers menegaskan bahwa benteng besi tersebut berhasil dijebol total oleh tim di lapangan.

“Mereka bangun lagi benteng pintu baja yang lebih kuat dari tahun lalu. Tapi instruksi pimpinan jelas, kita robohkan total dan kita amankan seluruh penggunanya maupun pengedarnya,” ujar Kombes Pol Arya Perdana mewakili Polda Sulsel, Sabtu (10/10/2026).

Setelah seluruh area dikuasai, petugas melakukan tes urine maraton terhadap 104 orang yang diamankan. Hasilnya, 98 orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu, sementara 6 orang lainnya negatif.

Penyidik berhasil mengunci tiga terduga bandar utama berinisial P, A, dan W. Salah satu bandar berinisial P merupakan residivis kambuhan yang sudah lama diburu dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sejumlah barang bukti turut disita dari lokasi kejadian, meliputi:
1. Narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 10 gram.
2. Uang tunai senilai Rp49.600.000 yang diduga kuat hasil transaksi harian.
3. 104 set alat isap (bong) siap pakai.
4. 2 unit timbangan digital precision.
5. 26 unit telepon seluler serta ratusan saset plastik klip kosong.

Polda Sulsel kini mengarahkan pengembangan kasus pada dugaan jaringan pasokan internasional yang disinyalir masuk melalui jalur perairan Malaysia, menyeberang via Kalimantan, hingga masuk ke wilayah Sulawesi Selatan. (rml/***)