Beritasulsel.com – Perum Bulog Cabang Parepare menindaklanjuti temuan sejumlah karung beras di lokasi pembuangan sampah yang diduga berkaitan dengan praktik pengoplosan dan pengemasan ulang (repacking) beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Rahmi Mangerang, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung melakukan penelusuran di lapangan untuk memastikan penyebab serta pihak yang terlibat.

Dari hasil penelusuran sementara, Bulog menduga praktik tersebut dilakukan oleh oknum yang membeli atau mengumpulkan beras SPHP dari sejumlah mitra pengecer, kemudian mengemas ulang untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Rahmi menegaskan, mekanisme penyaluran beras SPHP oleh Bulog telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari proses seleksi hingga penetapan mitra penyalur.

Menurutnya, seluruh mitra juga telah diberikan aturan yang jelas melalui surat edaran yang melarang pembukaan kemasan, pengemasan ulang, maupun pencampuran beras SPHP dengan jenis beras lain.

“Apabila dalam proses penelusuran ditemukan adanya unsur pidana, kami akan menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rahmi.

Sebagai langkah tindak lanjut, Bulog akan memperketat pengawasan terhadap mitra penyalur melalui evaluasi ulang serta kembali menegaskan larangan repacking dan pengoplosan beras SPHP.

Selain itu, Bulog juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk menggelar inspeksi mendadak (sidak) bersama guna memastikan distribusi beras SPHP berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Meski saat ini dilakukan pembatasan sementara pada sebagian saluran distribusi untuk kepentingan evaluasi, Rahmi memastikan ketersediaan beras SPHP bagi masyarakat tetap aman.

Penyaluran beras SPHP melalui pasar rakyat, seperti Pasar Lakessi dan SP2KP, serta Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar sedikitnya tiga kali dalam sepekan, dipastikan tetap berlangsung guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja Bulog Parepare. (*)