SIDRAP – Gelombang amarah masyarakat atas dugaan diendapkannya laporan kasus pemerkosaan terhadap bocah berusia 14 tahun di Polres Sidrap tak lagi terbendung. Usai diunggah oleh akun Instagram @teropongmakassar, pemberitaan tersebut mendadak viral dan dibanjiri komentar pedas dari ratusan warganet.

Pantauan di kolom komentar unggahan tersebut memperlihatkan betapa publik geram melihat terduga pelaku yang menyekap dan menganiaya korban selama 3 hari 3 malam masih bebas berkeliaran sejak Agustus 2025 lalu.

Kritik tajam bermunculan membandingkan efektivitas kinerja Polres Sidrap dengan jajaran Polda Jawa Barat yang sebelumnya dinilai tanggap.

“Laporkan ke Polda Jabar, Polres Sidrap gak benar kerjanya,” tulis akun @saktidan29 di kolom komentar, dilihat Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Jumat (25/9/2026).

Senada dengan itu, akun @zlfdlsahrn28 juga menyindir keras ketidakmampuan penyidik lokal. “Mulai dari sobis-nya (penipuan online) tidak beres memang mi, apalagi kasus begini. Itulah kenapa harus Polda Jabar yang turun tangan,” cetusnya.

Tak hanya sindiran, kekecewaan mendalam warga internet juga diwarnai dugaan miring terkait lambannya penanganan perkara di jajaran Satreskrim. Beberapa akun menyentil isu transparansi kepolisian.

“Ada uang/sogok baru bisa bekerja!!! Sudah kebiasaan,” sindir akun @sukm.awati305. Akun lain seperti @bolontiov74 dan @opick.mt turut menimpali dengan komentar senada, “Kurang tebal amplopnya” dan “Kalo ada amplopnya baru ditangkap”.

Tak berhenti di situ, netizen bahkan ramai-ramai melakukan tagging (menandai) akun-akun pimpinan lembaga penegak hukum dan pejabat negara agar kasus ini mendapat atensi nasional.

Akun-akun seperti @divisihumaspolri, @divsipropampolri, @listyosigitprabowo, @poldasulsel_humas, hingga anggota DPR RI seperti @ahmadsahroni88 dibanjiri sebutan oleh warganet.

“TOLONG BUAT KEPOLISIAN SIDRAP KERJA KERJA KERJA. TERSANGKA PEMERKOSAAN ANAK DI BAWAH UMUR TOLONG TANGKAP. KALO GAK BISA KERJA MENDING MENGUNDURKAN DIRI DARI KEPOLISIAN,” desak akun @gustinusariwibowoo dengan nada emosi.

Reaksi massif netizen ini makin mempertegas bahwa publik mendesak adanya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh dari Kapolda Sulsel hingga Kapolri terhadap penanganan kasus-kasus tertunggak di Polres Sidrap.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick Krisyana Ambarita, yang dikonfirmasi terkait kasus pemerkosaan dan tudingan para warga net tersebut, sampai berita ini naik tayang belum memberikan respon.

Pesan konfirmasi yang dikirim ke nomor WhatsApp pribadinya, belum dibalas meski tampak telah tercentang dua. (***)