BULUKUMBA – Tabir misteri di balik tewasnya AN alias Anto di dalam sel tahanan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kajang perlahan mulai terkuak.

Seorang saksi kunci bernama Reza mendadak membongkar fakta mengejutkan. Ia mengaku menyaksikan langsung kekerasan fisik yang dialami korban di dalam tahanan Polsek Kajang sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.

Pengakuan itu disampaikan Reza secara terbuka saat berada di Mapolres Bulukumba, Kamis (15/10/2026), sesaat sebelum dirinya menjalani pemeriksaan oleh Tim Profesi dan Pengamanan (Propam).

Reza mengatakan bahwa kedatangannya ke Mapolsek Kajang semula bermaksud untuk menjenguk AN yang merupakan anak buahnya di kapal penangkap ikan.

“Saat itu, saya bersama istri datang hendak membesuk korban (AN) di Polsek Kajang. Korban ini adalah anak buah saya, dia ikut bekerja di kapal nelayan saya untuk mencari nafkah melaut,” ujar Reza kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com.

Namun, setibanya di lokasi, Reza mengaku dikejutkan oleh pemandangan mengerikan di dalam kantor polisi tersebut. Reza menyaksikan oknum petugas kepolisian diduga tengah menganiaya korban.

“Saat saya tiba di Polsek Kajang, saya lihat kepala korban dibentur-benturkan ke terali besi oleh oknum polisi. Setelah itu, saya langsung disuruh keluar dari Polsek,” ungkapnya.

Keterangan dari Reza ini seolah mengunci dugaan pihak keluarga korban yang sebelumnya menolak narasi bunuh diri dan memilih melaporkan kasus ini ke Polres Bulukumba atas tuduhan penganiayaan berat.

Pengakuan ini juga kian mempertegas pentingnya pemeriksaan forensik serta autopsi mendalam yang tengah dilangsungkan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Dugaan kekerasan tersebut kian diperkuat oleh rekaman video jenazah korban berdurasi singkat yang diterima Beritasulsel.com dari pihak keluarga.

Dalam rekaman tersebut, tampak jelas pada leher korban terdapat bekas yang diduga jeratan tali serta bercak darah yang keluar dari telinga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyatan resmi dari pihak Propam Polres Bulukumba maupun Polsek Kajang. Redaksi masih berupaya menggali informasi terkait peristiwa tersebut. (***)