MAROS – Seorang pendaki gunung bernama Fauzan, tewas tersambar petir saat mendaki Gunung Manrolo Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (25/5/2026).

Pria berusia 24 tahun tersebut mendaki bersama enam rekannya pada Minggu (24/5/2026). Dari tujuh pendaki tersebut, enam orang berhasil selamat, sementara Fauzan ditemukan meninggal dunia di area puncak gunung.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan laporan pertama diterima pihaknya pada Minggu malam sekitar pukul 20.45 Wita.

Informasi tersebut disampaikan seorang warga bernama Agus yang melaporkan adanya rombongan pendaki yang diduga tersambar petir saat berada di Gunung Manrolo.

“Setelah menerima laporan, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi dan peralatan medis,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, dua pendaki selamat yakni Indar dan Ahmad sempat mengalami luka dan berhasil turun hingga pos registrasi untuk meminta pertolongan kepada warga dan petugas.

Sementara itu, korban Fauzan saat itu masih berada di kawasan puncak gunung sehingga membutuhkan proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Tim rescue dari Basarnas Makassar diberangkatkan sekitar pukul 21.05 Wita menggunakan kendaraan personel dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.40 Wita. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan unsur relawan.

Sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, tim SAR gabungan mulai bergerak menuju titik keberadaan korban dengan medan pendakian yang cukup berat dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Setelah beberapa jam perjalanan, tim akhirnya berhasil mencapai lokasi korban sekitar pukul 05.50 Wita dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap jenazah pendaki Gunung Manrolo Maros tersebut menuju basecamp.

Operasi evakuasi dilanjutkan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita oleh Search and Rescue Unit (SRU) 2 bersama personel gabungan lainnya.

Dalam operasi tersebut, sedikitnya 58 personel diterjunkan. Mereka berasal dari Basarnas Makassar, Saukang Explore, Polsek Tompobulu, Damkar Maros, BPBD Maros, PMI Maros, Pramuka Peduli, SAR Unhas, Puskesmas Tompobulu, serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses evakuasi korban.