Pinrang – Pemilik tambang pasir di Lingkungan Karangan Barat, Kelurahan Padaidi, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), angkat bicara.
Pemilik tambang tersebut yang diketahui bernama Ismail mengatakan bahwa tambang miliknya di Karangan Barat, Mattirobulu, beroperasi secara legal yang selama ini diduga ilegal.
“Tidak ilegal pak tapi legal karena kami mengantongi izin eksplorasi, izin usaha pertambangan (IUP), dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Jadi saya luruskan pemberitaan sebelumnya bahwa tidak ilegal tapi legal,” ucap Ismail kepada beritasulsel jaringan beritasatu.com, melalui sambungan telpon, Minggu (14/7/2024).
Namun, saat diminta data data yang dimaksud, Ismail enggan memperlihatkan dengan alasan untuk menghindari adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakannya ke arah yang salah.
“Kalau mau dilihat sebagai pembuktian bisa saya perlihatkan tapi kalau untuk dipublish di media saya tidak bersedia karena jangan sampai ada pihak pihak yang mengambilnya kemudian dipergunakan ke arah yang salah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Tambang yang diduga tak berizin alias ilegal di Lingkungan Karangan Barat, Kelurahan Padaidi, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), meresahkan warga.
Menurut sumber beritasulsel.com jaringan beritasatu.com, mobil truk pengangkut material pasir dari tambang tersebut merusak jalan.
Kemudian, bila musim kemarau debu dari mobil pengangkut material yang lalu lalang dari tambang tersebut beterbangan dan merusak lingkungan.
“Meresahkan pak, tapi sepertinya (pemilik) diduga kerja sama dengan (oknum) petugas karena ini harusnya menjadi pekerjaan mereka, harusnya polisi menindak tegas yang begini,” ucap sumber warga setempat yang minta namanya diinisial TK, Selasa (2/7/2024).
“Jangankan ilegal, yang tambang legal saja kalau meresahkan harus ditindak dan diberhentikan apalagi kalau ilegal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Andi Reza Pahlawan yang dihubungi melalui pesan WhatsApp berjanji akan menindak lanjuti informasi tersebut sepulang dari Makassar.
“Habis dari giat Makassar saya tindak lanjuti,” ucap Andi Reza. (***)
