Selangor, Malaysia – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa program edukasi karakter bagi anak-anak di Sanggar Belajar Meru, Selangor, Malaysia. Program yang mengusung tema “Ekspresi Cilik: Meneladani Karakter Baik Melalui Film Jumbo” tersebut dilaksanakan pada 27 Januari 2026 sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dimaksud diselenggarakan oleh Virginia Agatha Balsenisca, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja KKN Internasional Universitas Hasanuddin.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung penguatan pendidikan non-formal melalui pengembangan karakter serta kecerdasan emosional peserta didik sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menerapkan metode pembelajaran edukatif-partisipatif berbasis audiovisual dengan memanfaatkan media film sebagai sarana penyampaian nilai-nilai moral. Pendekatan tersebut dipandang efektif dalam menarik perhatian peserta didik usia dini serta mempermudah pemahaman melalui visualisasi yang konkret.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 15 peserta didik usia dini yang menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta tidak hanya menyaksikan film, tetapi juga dilibatkan dalam interaksi, diskusi sederhana, serta pemahaman terhadap substansi nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Virginia Agatha Balsenisca selaku penyelenggara kegiatan menyatakan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan karakter melalui metode yang selaras dengan tahap perkembangan peserta didik. “Pendekatan audiovisual ini membantu peserta didik dalam memahami nilai-nilai moral secara lebih konkret dan menyenangkan” ujarnya. 27/1/2026.

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman nilai moral pada peserta didik, antara lain terkait kerja sama, keberanian, dan pengendalian emosi.

Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif, di antaranya peningkatan sikap kooperatif, kepatuhan terhadap arahan, serta kemampuan berinteraksi secara lebih baik dengan sesama. Di samping memberikan dampak langsung kepada peserta didik, program ini juga menghasilkan suatu model pembelajaran alternatif yang dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan non-formal.

Kegiatan sejenis diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif guna memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda Indonesia. (*)