Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah biomassa melalui pembuatan briket ramah lingkungan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang bernilai guna. Kegiatan ini berlangsung di rumah RT 06, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu (25/07), dengan melibatkan masyarakat pesisir serta mahasiswa KKN 116 Universitas Hasanuddin di Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Nurul Azizah Syam, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Hasanuddin. Program ini disusun sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penyampaian edukasi mengenai pengolahan limbah biomassa menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada hasil observasi di Kelurahan Bonto Sunggu yang menunjukkan bahwa limbah biomassa, seperti tongkol jagung, sekam padi, sisa kayu, dan limbah organik lainnya, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar limbah tersebut hanya dibuang atau dibakar sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pengolahannya menjadi briket menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat mengurangi limbah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian limbah biomassa, manfaat pengelolaan limbah bagi lingkungan, pengenalan briket sebagai sumber energi alternatif, jenis biomassa yang dapat digunakan sebagai bahan baku, alat dan bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan briket, serta manfaat penggunaannya sebagai bahan bakar yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Nurul Azizah Syam menjelaskan bahwa limbah biomassa yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memahami bahwa limbah biomassa dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai ekonomi, membantu mengurangi pencemaran lingkungan, serta menjadi alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah biomassa secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal di Kelurahan Bonto Sunggu. (*)


