Yogyakarta – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya sebagai penghubung utama dalam arus logistik berbasis kereta api di Yogyakarta, terutama melalui layanan KALOG Express. Layanan ini terbukti efektif mendukung mobilitas barang bagi mahasiswa, wisatawan, hingga pelaku UMKM lokal.
Manajer Wilayah Tengah KAI Logistik, Sasongko Budiyanto, menyebutkan bahwa hingga Mei 2025 terjadi peningkatan volume pengiriman barang di wilayah Jawa Tengah sebesar 15%, dari 6.744 ton menjadi 7.784 ton. Di Yogyakarta itu sendiri, kata Sasongko, pertumbuhan tercatat sebesar 7%, dengan kenaikan dari 1.582 ton menjadi 1.694 ton. “Yogyakarta adalah simpul penting sektor pendidikan dan pariwisata. Permintaan layanan pengiriman sepeda motor, dokumen, oleh-oleh, hingga logistik acara budaya terus meningkat,” ujar Sasongko, Rabu (25/6/2025).
Pengiriman sepeda motor mendominasi dengan total 831 ton atau 49% dari total volume, disusul oleh paket umum sebesar 810 ton (48%). Tujuan utama pengiriman antara lain Banyuwangi, Jakarta, dan Surabaya, menandakan peran strategis Yogyakarta dalam jaringan logistik nasional.
Untuk menjawab lonjakan permintaan, lanjut dia, KAI Logistik mengoptimalkan operasional KA ONS Selatan dengan kapasitas hingga 160 ton per hari.
Tak hanya itu, mereka juga meluncurkan berbagai promo menarik seperti diskon pengiriman motor dan hewan peliharaan, serta layanan asuransi kendaraan.
KAI Logistik juga aktif mendukung UMKM lokal. Melalui KALOG Express, produk seperti batik, kuliner khas, dan kerajinan tangan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Saat ini, terdapat 19 titik layanan di Yogyakarta, dengan peluang kemitraan terbuka bagi masyarakat. “Kami berkomitmen mendorong konektivitas logistik yang inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta,” pungkasnya. ***
[Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com)
