Jeneponto,- Rangkaian ibadah haji jemaah calon haji (JCH) Kloter 40 asal Jeneponto-Maros terus berjalan lancar. Jumat (6/6/2025) atau 9 Dzulhijjah 1446 H, seluruh jemaah telah diberangkatkan dari Padang Arafah menuju Muzdalifah sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi.

Laporan dari petugas haji daerah, Alfian Afandi Syam, menyebutkan bahwa para jemaah tiba di Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (bermalam) dan mengumpulkan batu kerikil sebagai persiapan pelaksanaan lontar jumrah pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sebanyak 70 batu dikumpulkan oleh masing-masing jemaah, yang nantinya digunakan untuk melontar jumrah aqabah dan jumrah pada hari-hari Tasyrik.

Rombongan terakhir yang tiba di Muzdalifah adalah para petugas haji, yang sampai sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi. Malam ini, seluruh jemaah akan bermalam di Muzdalifah dan diperkirakan akan diberangkatkan ke Mina selepas tengah malam untuk bersiap melaksanakan lontar jumrah aqabah.

“Setelah lontar jumrah aqabah, jemaah akan kembali ke tenda di Mina untuk melaksanakan tahalul. Insya Allah, setelah itu para jemaah telah resmi menyandang predikat haji,” ujar Alfian.

Selama proses pendorongan dari Arafah ke Muzdalifah, sempat terjadi insiden kesehatan yang menimpa salah seorang jemaah. Namun, berkat penanganan cepat dari tim medis, kondisi jemaah tersebut telah stabil dan ia kembali bergabung bersama rombongan untuk melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah.

Pihak petugas haji terus memantau kondisi jemaah secara intensif guna memastikan kelancaran ibadah serta menjaga kesehatan fisik dan mental mereka selama pelaksanaan puncak haji ini.

“Mohon doa dari masyarakat Jeneponto dan Maros agar seluruh jemaah diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji,” tutup Alfian.