Bulukumba – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bulukumba, Agus Salim, menyerukan copot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, Banu Laksmana.

Agus menuding, Banu Laksmana tidak serius memberantas dugaan kasus korupsi atau penyimpangan terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba.

Agus mengaku sudah enam kali berunjuk rasa menuntut Kejari Bulukumba mengusut tuntas dugaan penyimpangan DAK sebanyak Rp52 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba.

Namun, kata Agus, Kejaksaan tak bergeming, sehingga pihaknya melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

“Sudah berkali-kali kami aksi, tapi tidak ada langkah tegas dari Kajari. Maka kami melaporkan kasus ini langsung ke Kejati Sulsel,” ujar Agus kepada Beritasulsel jaringan Beritasatu.com, ditemui Selasa (26/5/2025).

Untuk itu, Agus menyerukan agar Jaksa Agung segera mengevaluasi dan mencopot Banu Laksmana dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan tugas dan fungsi penegakan hukum secara profesional di Bulukumba.

Sementara itu, Kajari Bulukumba melalui Kasi Intel Kejari Bulukumba, Yusran, membantah tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut.

Menurutnya, Banu Laksmana telah memerintahkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) agar menelusuri tuntutan IMM tersebut.

“(Kajari) sudah memerintahkan Kasi Pidsus menelusuri tuntutan IMM. Ada beberapa sekolah yang dijadikan sampel. Hambatan kami, karena adik adik IMM tidak memberikan data secara spesifik yang mana sekolah yang menerima DAK yang dianggap menyimpang atau terjadi penyalahgunaan,” ujar Yusran ditemui Selasa (27/5/2025).

“Ada pun sekolah yang dimaksud atau diduga telah terjadi penyalahgunaan anggaran yang menerima DAK, itu kami mengetahuinya setelah vira di media sosial, bukan dari laporan adik adik mahasiswa,” imbuh Yusran menerangkan.

Saat ini, lanjut Yusran, pihaknya sedang menunggu proses dari Kejati atas laporan IMM. Karena menurut dia, laporan tersebut akan kembali ke Bulukumba mengingat locus delicti dugaan penyimpangan yang dilaporkan terjadi di Bulukumba. (***)