BANTAENG – Suasana haru dan bangga bahagia menyelimuti Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng pada Rabu (1/7/2026). Sebanyak 321 jemaah haji asal Kabupaten Bantaeng disambut langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, setelah sukses menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Sebelum tiba di Butta Toa, rombongan jemaah haji kloter Bantaeng terlebih dahulu dijemput secara resmi oleh Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, di Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, sebelum kemudian bertolak bersama-sama menuju kampung halaman.
Dalam sambutan hangatnya, Bupati Bantaeng yang akrab disapa Uji Nurdin menyampaikan ucapan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh tamu Allah.
Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan sebuah perjalanan spiritual yang menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.
“Kepada seluruh jemaah yang baru saja sampai, ini adalah salah satu perjalanan spiritual yang paling berat. Perjalanan haji itu adalah perjalanan yang tidak mudah. Oleh karena itu, Bapak Ibu sekalian termasuk orang-orang yang sangat beruntung karena bisa berangkat dan alhamdulillah bisa pulang dengan selamat,” tutur Uji Nurdin.
Di tengah kebahagiaan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh jemaah dan undangan yang hadir untuk menundukkan kepala, mendoakan salah seorang jemaah asal Bantaeng yang dilaporkan wafat di Tanah Suci agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.
Selain itu, ia berharap agar tiga jemaah yang saat ini langsung dilarikan ke RSUD Bantaeng untuk menjalani perawatan medis bisa segera diberikan kesembuhan.
“Kami mendapatkan kabar bahwa ada tiga dari jemaah kita sedang sakit dan sekarang posisinya sudah ada di Rumah Sakit Bantaeng. Tentunya kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas haji, termasuk dokter dan perawat yang telah bekerja berat,” tambahnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh.
Lebih lanjut, Uji Nurdin mengaku bangga karena kontingen haji Kabupaten Bantaeng mendapatkan citra dan kesan yang sangat positif selama berada di Arab Saudi, terutama terkait kedisiplinan dan kekompakan mereka.
“Paling kami syukuri adalah ternyata Kabupaten Bantaeng di sana sangat terkenal. Yang pertama, sangat terkenal dengan kedisiplinannya. Kemudian yang kedua, kostum Ibu-ibunya yang paling heboh. Ini patut disyukuri karena walaupun mayoritas jemaah lanjut usia, laporan yang kami terima semangatnya tidak kalah dengan yang muda,” puji Bupati.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Bantaeng, H. Muhammad Tahir, dalam laporan rincinya memaparkan dinamika jumlah jemaah dari awal keberangkatan hingga pemulangan.
Ia menjelaskan, dari total 323 calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat, satu orang terpaksa batal bertolak dari Asrama Haji Sudiang karena mengalami sakit parah.
Kemudian, selama fase ibadah di Arab Saudi, terdapat satu jemaah yang mengembuskan napas terakhirnya.
“Jumlah jemaah kita yang berangkat pada saat itu sekitar 323 jemaah. Tapi ada yang tertinggal di Asrama Haji Sudiang karena sakit parah, berarti sisa 322. Meninggal lagi satu orang di Tanah Suci, berarti sisa 321. Dan alhamdulillah, 321 jemaah hadir semua dengan selamat di sini,” urai H. Muhammad Tahir.
Acara pemulangan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Bantaeng Hj. Jumrah, Pa Sandi Kodim 1410/Bantaeng Lettu Cba Makmur mewakili Dandim, Kabag Log Polres Bantaeng Kompol Supriadi, serta Kasubag Bin Kajari Bantaeng Aswin Suaib mewakili Kajari.
Hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Bantaeng Asruddin, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng dr. Andi Ihsan, serta Kepala Seksi PD Pontren H. Halim yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Bantaeng. (Ishak/red)

