Selangor, Malaysia – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program edukasi gizi bagi anak-anak di Sanggar Belajar Meru, Klang, Selangor, Malaysia. 27/1/2026.

Program yang mengusung tema “Aku dan Makananku: From Plate to Hope” ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Shabrina Nuramadhani dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja individu KKN Internasional.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pola makan sehat sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Dalam pelaksanaannya, Shabrina Nuramadhani menerapkan metode pembelajaran edukatif-interaktif yang dirancang agar materi dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Salah satu aktivitas utama yang dilakukan adalah penggunaan media poster berbentuk piring yang telah dibagi ke dalam beberapa kategori makanan, seperti makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Melalui media tersebut, peserta diminta menempelkan flashcard berisi berbagai jenis makanan sesuai dengan klasifikasinya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pengenalan asal daerah makanan melalui peta Indonesia, di mana anak-anak menempelkan gambar makanan sesuai dengan wilayah asalnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta didik tingkat sekolah dasar yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta tidak hanya terlibat dalam aktivitas menempel dan permainan edukatif, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam diskusi serta berbagi pengalaman terkait kebiasaan makan mereka sehari-hari.

Shabrina Nuramadhani selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran anak-anak terhadap pentingnya memilih makanan yang sehat. “Melalui metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak terlihat lebih antusias dan mudah memahami materi yang diberikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan sederhana seperti penggunaan media visual dan aktivitas langsung terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik. “Anak-anak tampak menikmati setiap proses pembelajaran, bahkan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap jenis makanan serta asal daerahnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Shabrina Nuramadhani mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan kesan tersendiri baginya selama melaksanakan kegiatan KKN. “Melihat mereka belajar dengan penuh semangat dari hal-hal sederhana membuat saya sadar bahwa proses belajar tidak selalu harus rumit, yang terpenting adalah bagaimana materi itu bisa terasa dekat dengan kehidupan mereka,” tuturnya.

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam mengenali jenis makanan serta manfaatnya bagi tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif di lingkungan Sanggar Belajar Meru.

Di samping memberikan dampak langsung kepada peserta didik, program ini juga menghadirkan alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pendidikan nonformal. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif guna memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesadaran gizi serta kualitas pembelajaran anak-anak Indonesia di perantauan. (*)