BULUKUMBA – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan oknum penyidik meminta uang operasional dalam pengusutan kasus penggelapan mobil Toyota Avanza Veloz milik Mirna, personel Polsek Ujung Loe, Polres Bulukumba, Bripka TIR, menyampaikan Hak Jawab dan klarifikasi resmi.

Kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Bripka TIR menegaskan bahwa jajaran penyidik Polsek Ujung Loe sama sekali tidak pernah meminta uang operasional, uang makan, maupun uang rokok kepada pihak korban, khususnya kepada Ibu Mirna.

Bripka TIR menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat ia bersama rekannya, IRS, turun ke lapangan untuk melacak keberadaan mobil milik Mirna yang dilaporkan digelapkan.

Dalam pencarian tersebut, mereka turut mengikutsertakan Muntiar, keponakan dari Mirna sendiri.

“Yang ikut waktu itu mencari mobil adalah keponakan Ibu Mirna bernama Muntiar. Jadi kami bertiga di dalam mobil. Saya, rekan saya (IRS), dan Muntiar,” ujar TIR mengurai kronologi, Senin (21/9/2026).

Muntiar dilibatkan secara langsung lantaran ia yang paling mengetahui secara pasti ciri-ciri fisik kendaraan yang diduga kuat telah diubah warna maupun plat nomornya.

Di tengah perjalanan, Mirna menghubungi nomor telepon seluler milik IRS. Karena IRS sedang fokus mengemudi, telepon tersebut diangkat oleh TIR.

Saat komunikasi mengenai perkembangan pencarian berlangsung antara TIR dan Mirna, Muntiar tiba-tiba berteriak meminta agar TIR menyampaikan permintaan uang operasional kepada Mirna.

“Muntiar bilang ke saya, ‘Mintakan saya uang pembeli rokok dan uang makan ke Ibu Mirna‘. Tapi tegas saya tolak. Saya katakan ke Muntiar, ‘Saya tidak mau, nanti Ibu Mirna mengira saya yang minta uang. Kalau kamu mau, ini HP kamu bicara langsung ke Ibu Mirna‘. Ponsel itu lalu saya serahkan ke Muntiar, bicaralah Muntiar dengan Ibu Mirna waktu itu,” terang TIR merincikan.

Saat berbicara langsung di telepon, Muntiar lantas meminta uang kepada Mirna. Mirna kemudian merespons dan meminta Muntiar mengirimkan nomor rekening agar dapat ditransfer secara tunai melalui bank, mengingat Mirna tidak memiliki fasilitas bank online.

“Jadi yang meminta uang itu adalah keponakan Ibu Mirna sendiri, yaitu Muntiar,” tegas TIR.

Muntiar yang dikonfirmasi terpisah di hari yang sama, membenarkan keterangan Bripka TIR. Ia mengakui bahwa inisiatif meminta uang tersebut murni dari dirinya pribadi, bukan dari jajaran penyidik.

“Iya, saya yang minta. Makanya waktu ada berita tayang yang mengatakan TIR minta uang, saya langsung telepon Ibu Mirna dan meluruskan bahwa bukan TIR atau IRS yang minta, tapi saya pribadi,” ungkap Muntiar.

Lebih lanjut Muntiar menjelaskan, saat pembicaraan telepon berlangsung, ia berencana meminjam nomor rekening milik Bahtiar Djafar untuk dikirimkan kepada Mirna. Namun, Bahtiar Djafar secara tegas menolak memberikan nomor rekeningnya.

“Waktu saya bicara dengan Ibu Mirna melalui HP milik IRS, saya minta uang ke Ibu Mirna dan Ibu Mirna suruh saya mengirim nomor rekening, jadi saya bilang ‘sebentar saya kirim tante saya minta dulu nomor rekeningnya pak Bhatiar Djafar‘. Setelah telepon dimatikan, saya minta nomor rekening Pak Bahtiar Djafar untuk dikirim ke Ibu Mirna, tapi beliau menolak. Keesokan harinya, Ibu Mirna minta lagi nomor rekening, lalu saya bilang ‘tidak usah dikirim tante karena saya tidak punya nomor rekening pribadi dan Pak Bahtiar Djafar juga tidak mau berikan nomor rekeningnya‘,” tutur Muntiar.

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini tidak pernah ada nomor rekening yang dikirimkan kepada Mirna, melainkan hanya sebutan nama Bahtiar Djafar saja.

Muntiar juga menegaskan kesiapannya untuk memberikan kesaksian resmi di hadapan Propam Polres Bulukumba jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sementara itu, Mirna saat dikonfirmasi via telepon mengakui bahwa insiden tersebut murni merupakan miskomunikasi.

“Iya, ini hanya miskomunikasi saja. Saya kira mereka (TIR, IRS, dan Muntiar) yang minta uang, ternyata hanya Muntiar saja yang minta. Muntiar itu keponakan saya yang memang terus ikut membantu mencari mobil tersebut,” tutur Mirna meluruskan. (***)