Malaysia — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak anak-anak di Sanggar Belajar Intan Baiduri, Selayang, Malaysia, mengembangkan kreativitas melalui kegiatan seni berbahan alam. 3/7/2026.
Kegiatan tersebut dikemas dalam program kerja bertajuk “Berkarya Tanpa Batas, Berkreasi Tanpa Biaya” dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak menggunakan daun, ranting, bunga, serta berbagai material alami lainnya sebagai media untuk menghasilkan karya seni.
Mahasiswa KKN Internasional Unhas memberikan pendampingan dan contoh sederhana sebelum memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi ide dan menghasilkan karya sesuai imajinasi masing-masing.
Anak-anak diberi kebebasan menentukan bentuk, pola, maupun warna dalam karya yang dibuat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong keberanian mereka dalam menuangkan ide sekaligus meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri.
Program tersebut juga membawa pesan bahwa kegiatan berkarya tidak selalu membutuhkan peralatan maupun bahan yang mahal. Benda-benda sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi media untuk menghasilkan karya kreatif.
Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak. Pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan untuk lebih menghargai dan menggunakan sumber daya lingkungan secara bijak.
Konsep reduce, reuse, dan recycle juga diperkenalkan melalui aktivitas seni dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Internasional Unhas berharap kegiatan seni dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi anak-anak di Sanggar Belajar Intan Baiduri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Internasional Unhas dalam menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif selama pelaksanaan pengabdian di Malaysia. Kreativitas, menurut mereka, dapat dikembangkan dari hal-hal sederhana tanpa harus selalu membutuhkan biaya besar. (*)


