Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) bagi masyarakat Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (14/7).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN untuk mendorong masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian agar memiliki nilai guna bagi sektor pertanian.

Dalam pelatihan, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengertian MOL, manfaatnya sebagai aktivator dalam proses pengomposan serta potensinya dalam mendukung kesuburan tanah. Peserta juga diperkenalkan dengan tahapan pembuatan MOL menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Sejumlah bahan yang digunakan antara lain air cucian beras, gula merah, limbah kulit kopi, dan limbah sayuran. Bahan-bahan tersebut dicampurkan kemudian difermentasi dalam wadah tertutup untuk menghasilkan larutan yang mengandung mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.

Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi MOL dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi limbah sekaligus mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya menerima materi, masyarakat juga dilibatkan dalam praktik langsung. Peserta mengikuti setiap tahapan mulai dari menyiapkan bahan, melakukan pencampuran hingga memahami teknik fermentasi yang tepat.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan. Sejumlah warga aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara penggunaan MOL pada berbagai jenis tanaman dan faktor yang memengaruhi keberhasilan proses fermentasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat mengembangkan pembuatan MOL secara mandiri di rumah. Selain relatif sederhana dan ekonomis, pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di sekitar dinilai dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian tertentu serta mengelola limbah organik secara lebih produktif.

Pelatihan pembuatan MOL ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 dengan mengedepankan teknologi tepat guna sesuai potensi lokal Desa Bonto Tappalang.

Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus diterapkan masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam pengelolaan limbah organik serta pengembangan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. (*)