Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja pembuatan peta kemiringan lereng di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Peta tersebut dibuat sebagai informasi spasial dasar untuk mendukung upaya mitigasi bencana longsor dan perencanaan wilayah desa.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN Tematik Perubahan Iklim yang dilaksanakan melalui pemanfaatan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dan data batas administrasi Desa Bonto Lojong. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 untuk menghasilkan informasi kemiringan lereng yang kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kelas, yaitu datar, landai, agak curam, curam, dan sangat curam.
Pembuatan peta dilakukan pada 21 Juli 2026, dilanjutkan dengan pembuatan papan peta pada 1–3 Agustus 2026. Peta kemudian dipasang di lingkungan Kantor Desa Bonto Lojong pada 6 Agustus 2026 agar dapat menjadi informasi yang mudah diakses oleh pemerintah desa.
“Peta kemiringan lereng ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi topografi Desa Bonto Lojong dan menjadi informasi awal yang dapat mendukung upaya mitigasi bencana longsor,” ujar Zaidan, selaku penanggung jawab program.
Peta yang dihasilkan tersedia dalam bentuk cetak dan digital. Selain memberikan informasi mengenai kondisi kemiringan lereng, peta tersebut juga memuat informasi administratif dan unsur geografis desa sehingga dapat digunakan sebagai salah satu data pendukung dalam pengelolaan wilayah.
“Keberadaan peta ini dapat membantu desa dalam memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah, khususnya terkait kemiringan lereng, yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah,” ujar Syahrul, salah satu staf Desa Bonto Lojong sekaligus Ketua Karang Taruna.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap hasil pemetaan tidak hanya menjadi luaran kegiatan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Bonto Lojong sebagai database spasial dasar serta dikembangkan untuk mendukung pemetaan dan mitigasi bencana di masa mendatang. (*)


