Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama mitra Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan sosialisasi dan pendampingan penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) kepada pelaku usaha pangan olahan di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2026 tersebut dilakukan dengan metode door to door atau kunjungan langsung ke lokasi usaha. Pendekatan ini dipilih agar pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan prinsip CPPB-IRT pada setiap tahapan produksi pangan.
Materi yang disampaikan mencakup higiene dan sanitasi, kebersihan lingkungan produksi, penggunaan peralatan yang sesuai, penyimpanan bahan baku dan produk jadi, hingga pengemasan pangan yang memenuhi aspek keamanan.
Selain sosialisasi, mahasiswa juga melakukan observasi langsung terhadap proses produksi untuk mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Selama pelaksanaan kegiatan, pendampingan dilakukan kepada tiga pelaku usaha pangan olahan di Desa Kaloling. Pelaku usaha juga diberi kesempatan berkonsultasi secara langsung mengenai kendala yang mereka hadapi dalam proses produksi.
Mahasiswa KKN Unhas, Nanda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip CPPB-IRT secara berkelanjutan sehingga kualitas produk yang dihasilkan semakin baik serta mampu memberikan jaminan keamanan bagi konsumen,” ujar Nanda.
Menurut dia, kolaborasi dengan BPOM juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam mendukung pembinaan industri pangan rumah tangga di tingkat desa.
Sementara itu, pembimbing dari BPOM, Ahmad Lalo, menekankan agar pengetahuan yang diberikan melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku usaha.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman, serta peran aktif setiap individu dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan masing-masing,” kata Ahmad.
Ia berharap pendampingan tersebut dapat mendorong pelaku usaha untuk memperbaiki praktik produksi sehingga produk pangan yang dihasilkan semakin aman, bermutu, dan memiliki daya saing.
Kolaborasi mahasiswa KKN Unhas dan BPOM diharapkan turut memperkuat pembinaan industri pangan rumah tangga di Desa Kaloling. Selain meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan. (*)


