Beritasulsel.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan FELIXA, inovasi kontrasepsi oral berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif dalam membantu pengendalian reproduksi kucing secara praktis dan non-invasif.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan launching yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengenalan FELIXA sebagai produk inovatif yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan reproduksi hewan peliharaan.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI., M.N(K); Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, dr. Rusdina Bte Ladju, Ph.D.; Ketua Program Studi Kedokteran Hewan, Prof. Dr. drh. Dwi Kesuma Sari, APVet.; Ketua Program Studi Profesi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dr. drh. Fikha Yuliza Purba, M.Sc.
Pengendalian reproduksi kucing menjadi salah satu perhatian bagi pemilik hewan peliharaan, terutama dalam mengelola siklus birahi dan risiko peningkatan populasi yang tidak terkendali. Meskipun sterilisasi menjadi salah satu metode yang umum digunakan, sebagian pemilik kucing masih membutuhkan alternatif lain dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti biaya, akses terhadap layanan dokter hewan, maupun preferensi terhadap metode tanpa tindakan operasi.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim PKM-K Unhas menghadirkan FELIXA sebagai pilihan tambahan bagi pemilik kucing yang membutuhkan metode pengendalian reproduksi yang lebih sederhana. Produk ini dikembangkan dalam bentuk kapsul oral sehingga mudah diberikan dan menjadi alternatif non-invasif dibandingkan prosedur bedah.
Ketua Tim PKM-K FELIXA, Muhammad Azhar Ismail, menjelaskan bahwa pengembangan produk ini didasari oleh keinginan untuk menghadirkan solusi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
“FELIXA kami kembangkan sebagai alternatif bagi pemilik kucing yang membutuhkan pilihan dalam mengelola reproduksi hewan peliharaannya. Produk ini hadir dengan konsep yang praktis dan membantu menekan gejala birahi serta risiko terjadinya kehamilan secara sementara,” ujarnya.
FELIXA memanfaatkan ekstrak buah pare sebagai bahan utama pengembangan produk. Dengan pendekatan berbasis bahan alami, inovasi ini mengangkat potensi pemanfaatan bahan lokal dalam pengembangan produk kesehatan hewan sekaligus memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam merawat hewan peliharaan.
Selain aspek inovasi produk, Tim PKM-K Unhas juga melihat peluang pengembangan FELIXA melalui perluasan akses kepada masyarakat yang membutuhkan. Produk ini diharapkan dapat menjangkau pemilik kucing serta berbagai pihak yang bergerak di bidang kesehatan hewan melalui pengembangan jejaring dan pemasaran yang berkelanjutan.
Melalui hadirnya FELIXA, Tim PKM-K Universitas Hasanuddin berharap inovasi ini dapat memberikan kontribusi dalam menghadirkan alternatif pengelolaan reproduksi kucing yang praktis, terjangkau, dan mendukung kepemilikan hewan peliharaan secara bertanggung jawab. (*)



