Beritasulsel.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Parepare kembali melontarkan kritik terhadap Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Parepare. Organisasi mahasiswa tersebut menilai belum ada tindak lanjut atas janji klarifikasi maupun fasilitasi audiensi dengan Wali Kota Parepare yang sebelumnya disampaikan pihak Prokopim.
Sikap tersebut disampaikan HMI setelah sebelumnya mempersoalkan dugaan pemblokiran kontak salah seorang pengurus HMI oleh oknum protokoler yang disebut bernama Wahyu Dwi Wantara.
Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat STIE Parepare, Khumaedi, mengatakan, pihaknya sempat bertemu dengan Kasubbag Protokoler, Athonk, untuk membahas persoalan tersebut.
Menurutnya, dalam pertemuan itu pihak Prokopim berjanji akan memberikan penjelasan terkait dugaan pemblokiran kontak serta memfasilitasi audiensi antara HMI Cabang Parepare dengan Wali Kota Parepare.
“Namun hingga saat ini kami belum menerima klarifikasi apa pun dari yang bersangkutan. Jadwal audiensi dengan Wali Kota yang dijanjikan juga belum ada kepastian,” kata Khumaedi. Ahad, 2/8/2026.
Atas kondisi tersebut, HMI Cabang Parepare menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta penjelasan terbuka dari oknum protokoler terkait alasan pemblokiran kontak pengurus HMI, mendesak realisasi audiensi dengan Wali Kota Parepare, serta meminta kepala daerah mengevaluasi kinerja jajaran Prokopim yang dinilai tidak profesional dalam membangun komunikasi dengan elemen mahasiswa.
“Langkah pemblokiran saja sudah mencerminkan ketidakprofesionalan, ditambah lagi dengan janji-janji penyelesaian yang tidak pernah ditepati sampai sekarang. Kami menyayangkan sikap aparatur publik yang justru alergi dan menutup diri dari komunikasi mahasiswa,” ujar Khumaedi.
HMI Cabang Parepare juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah organisasi yang lebih tegas apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan maupun tindak lanjut dari Prokopim dan Pemerintah Kota Parepare terkait persoalan tersebut. (*)


