Beritasulael.com – Sebuah video yang memperlihatkan sopir truk mengisi sendiri BBM subsidi jenis Biosolar di SPBU Ujung Bulu, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Video berdurasi 27 detik tersebut memperlihatkan seorang sopir truk memegang nozzle dan melakukan pengisian BBM ke kendaraannya pada malam hari. Peristiwa itu diduga terjadi di SPBU Ujung Bulu, Parepare.

Menanggapi video yang beredar, Manajer SPBU Ujung Bulu, Mulia, menegaskan bahwa pengisian BBM oleh konsumen, khususnya BBM subsidi, tidak diperbolehkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Tidak boleh. Pakai scan itu, operator saja yang bisa. Jadi tidak mungkin sopir mengisi sendiri,” kata Mulia saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, pengisian Biosolar subsidi harus dilakukan oleh operator SPBU setelah proses verifikasi data kendaraan melalui sistem yang tersedia.

Pihak manajemen SPBU juga berjanji akan melakukan evaluasi dan memberikan teguran kepada operator yang bertugas saat kejadian agar tidak lagi membiarkan konsumen memegang nozzle pengisian BBM.

Terkait informasi yang menyebut kendaraan tersebut milik oknum aparat, Mulia mengaku tidak mengetahui identitas pemilik truk yang terekam dalam video.

“Masalah mobil oknum, saya tidak tahu. Tidak tahu kalau soal itu, karena banyak laporan yang mengatasnamakan pihak tertentu,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai video viral tersebut dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Menurut Lilik, praktik pengemudi kendaraan memegang nozzle saat pengisian BBM memang kerap ditemukan di sejumlah daerah, terutama ketika antrean kendaraan sedang padat. Namun, khusus untuk pembelian BBM subsidi Biosolar, proses verifikasi melalui QR Code Subsidi Tepat tetap wajib dilakukan terlebih dahulu oleh operator.

“Untuk pembelian BBM subsidi jenis Biosolar, proses verifikasi data kendaraan melalui QR Code Subsidi Tepat tetap harus dilakukan terlebih dahulu oleh operator sebelum transaksi dapat dilayani,” ujar Lilik.

Ia menjelaskan bahwa tingginya jumlah konsumen Biosolar di beberapa SPBU terkadang membuat operator harus melayani lebih dari satu dispenser guna mempercepat antrean. Meski demikian, aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap SOP tetap menjadi prioritas utama.

Pertamina juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif melakukan pengawasan terhadap pelayanan di SPBU.

“Apabila dalam hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan atau SOP yang berlaku, Pertamina akan memberikan teguran dan pembinaan kepada operator maupun manajemen SPBU sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Lilik.

Kasus video viral sopir truk mengisi sendiri BBM subsidi di SPBU Parepare ini kini menjadi perhatian publik dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Pertamina maupun pihak SPBU terkait. (*)