Soppeng – Turnamen domino yang digelar di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 23–24 Mei 2026 berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan bertajuk Turnamen Domino 72 Community Cup II tersebut dipusatkan di kawasan Hark Malaka dan menjadi salah satu event domino terbesar di Sulsel tahun ini.
Turnamen tersebut diikuti lebih dari 1.500 pasangan peserta yang datang dari berbagai provinsi, bahkan sejumlah peserta disebut berasal dari luar negeri, termasuk Malaysia.
Antusiasme masyarakat membuat lokasi kegiatan dipadati peserta, penonton, hingga pelaku usaha kecil yang turut meramaikan jalannya event.
Di balik kemeriahan turnamen dan hadiah ratusan juta rupiah yang diperebutkan, ada hal menarik yang mendapat perhatian publik, yakni keberpihakan panitia terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Para pelaku UMKM diberikan kebebasan untuk masuk dan berjualan di sekitar arena tanpa dipungut biaya sewa lapak maupun kontribusi lainnya.
Kebijakan tersebut disambut positif para pedagang yang merasa sangat terbantu karena bisa memperoleh keuntungan tanpa terbebani biaya tambahan.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku bersyukur dengan kebijakan panitia yang dinilai berpihak kepada masyarakat kecil.
“Alhamdulillah kami bisa jualan bebas di sini tanpa bayar tempat. Pembeli juga ramai karena peserta datang dari mana-mana,” ujarnya.
Menurut para pedagang, kebijakan seperti itu jarang ditemukan pada event berskala besar. Sebab, di sejumlah daerah lain, pelaku UMKM umumnya diwajibkan membayar biaya tertentu untuk bisa ikut berjualan dalam kegiatan serupa.
Tak sedikit pedagang menilai langkah panitia turnamen di Soppeng patut diapresiasi karena memberi ruang bagi masyarakat kecil untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari sebuah event besar.
Selain menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi antarpecinta domino, kegiatan tersebut juga dinilai berhasil menggerakkan ekonomi lokal.
Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung berdampak pada meningkatnya transaksi pedagang kecil, warung makan, hingga sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, sebelumnya juga menyebut kegiatan berskala besar seperti turnamen domino mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan usaha kecil di sekitar lokasi acara.
“Dengan Adanya kegiatan ini sangat berdampak dengan ekonomi kita, apalagibdenhan pelaku UMKM dan usaha kecil di sikitar
Sementara itu, Pembina Tujuh Dua Community, Andi Kaswadi Razak mengatakan peserta yang hadir berasal dari 10 provinsi di Indonesia. Bahkan, sejumlah peserta juga datang dari Malaysia untuk ikut berkompetisi dalam turnamen domino tersebut.
“Di antara peserta ada dari 10 provinsi, ada juga dari Malaysia, dan tentu dari Soppeng sendiri,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya menargetkan Turnamen Domino Cup III tahun depan akan digelar lebih besar lagi dengan jumlah peserta yang jauh meningkat.
“Insya Allah yang ketiga nanti akan lebih besar dan kita akan buat rekor MURI. Kalau kegiatan ini berhasil, berarti kita sudah terbiasa membuat event besar. Ini untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan kita,” ujarnya. (***)

