HALMAHERA UTARA – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono terus diperluas hingga Jumat sore, 8 Mei 2026.
Data terbaru menunjukkan jumlah pendaki yang masih dinyatakan hilang bertambah menjadi tiga orang setelah satu warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan belum ditemukan bersama dua pendaki warga negara asing (WNA).
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun media sosial resminya, Jumat sore, pada pembaruan penanganan darurat.
Dalam postingan itu disebutkan bahwa tim gabungan kini masih melakukan penyisiran di sejumlah titik di sekitar jalur pendakian Gunung Dukono yang terdampak erupsi hebat pagi tadi.
Tiga pendaki yang masih dalam pencarian terdiri dari dua WNA laki-laki berusia 30 dan 27 tahun serta seorang perempuan WNI berinisial E. Hingga Jumat pukul 17.30 WIT, keberadaan ketiganya belum diketahui.
Di tengah operasi pencarian, kabar baik datang dari 15 pendaki lain yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari pendaki asal Singapura dan sejumlah warga Indonesia yang sebelumnya sempat terjebak akibat hujan abu vulkanik dan kondisi jalur yang berbahaya.
Dua korban selamat, yakni R.S. dan J.A., turut membantu petugas SAR dengan memberikan informasi terkait rute pendakian dan titik terakhir lokasi para pendaki sebelum erupsi terjadi.
Keterangan tersebut menjadi acuan penting dalam proses pencarian di area pegunungan yang memiliki medan cukup ekstrem.
Operasi SAR sempat dihentikan sementara setelah petugas pengamat gunung api mendeteksi potensi lontaran lava pijar sejauh sekitar 1,5 kilometer dari kawah aktif. Setelah situasi dinilai lebih aman, pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi personel ke dalam dua tim.
Tim pertama melakukan penyisiran menuju area puncak sambil mengoperasikan drone untuk memantau kondisi dari udara. Sementara tim lainnya menyisir jalur aliran sungai di sekitar kawasan atas gunung yang diduga menjadi lintasan para korban.
Penanganan darurat erupsi Gunung Dukono melibatkan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, hingga petugas Pos Pengamatan Gunung Api.
Pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih tinggi. (***)

