Beritasulsel.com – Peringatan Hari Jadi ke-462 Kabupaten Sinjai menjadi momentum reflektif bagi Wakil Ketua I DPRD Sinjai, Fachriandi Matoa. Ia menilai, perayaan tahunan ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik tolak memperkuat arah pembangunan yang berpijak pada identitas dan sejarah daerah.

Sebagai legislator dari Partai Gerindra, Fachriandi memandang angka 462 sebagai simbol ketahanan masyarakat dalam merawat tradisi dan nilai kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan yang tidak berakar pada budaya berisiko menggerus jati diri daerah.

“Hari Jadi Sinjai adalah cermin perjalanan panjang daerah ini. Kita tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga nilai budaya yang menjadi ruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan budaya dapat menjadi modal sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi. Sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi
penopang utama ekonomi warga, dinilainya perlu dikembangkan dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan tradisi lokal.

Selain sektor ekonomi, Fachriandi juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, generasi muda Sinjai harus tumbuh sebagai pribadi yang kompetitif di era global, namun tetap memiliki kebanggaan terhadap identitas daerah.

Momentum HJS ke-462, kata dia, seharusnya menjadi ruang konsolidasi seluruh elemen masyarakat untuk menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan pelestarian nilai budaya. Ia mengajak pemerintah dan masyarakat menjadikan sejarah sebagai fondasi perencanaan jangka panjang, sehingga

Sinjai tidak hanya tumbuh secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai. (*)