Majene – Beredar rekaman suara berdurasi 25 menit 55 detik yang diduga berasal dari sebuah pertemuan di salah satu rumah pejabat penting di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majene. Rekaman tersebut menjadi sorotan setelah menyebut adanya dugaan keterkaitan salah satu pejabat strategis di lingkungan Polres Majene dengan program revitalisasi sekolah.

Program revitalisasi sekolah itu sebelumnya menjadi sorotan di Kabupaten Majene menyusul dugaan praktik suap-menyuap dan keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dalam program yang sementara berjalan tersebut.

Dalam rekaman suara itu, terdengar seseorang yang diduga merupakan kepala dinas mengatakan bahwa program tersebut sudah dikondisikan oleh APH.

“Program ini sudah dikondisikan oleh APH, Tipidkor sudah turun,” demikian pernyataan yang terdengar dalam rekaman tersebut.

Dalam percakapan yang sama, orang yang diduga sebagai kepala dinas itu kembali melontarkan pernyataan, “Sumakuyu Reserse yang punya.”

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai maksud penyebutan institusi Polres Majene dalam percakapan terkait program revitalisasi sekolah.

Menanggapi informasi yang beredar, Kasat Reskrim Polres Majene, Fredy, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya rekaman tersebut.

“Iya benar ada informasi beredar seperti itu. Kami juga sudah konfirmasi ke Kadispora Majene, apa maksudnya menyebut institusi kami,” kata Fredy melalui sambungan telepon pada 2 November 2026.

Fredy mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dispora Majene. Menurut dia, Kadispora juga telah memberikan klarifikasi melalui sejumlah media.

“Kami sudah konfirmasi langsung ke Kadispora sudah memberikan klarifikasi di berbagai media,” ujar Fredy.

Fredy menutup keterangannya dengan menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta penjelasan langsung kepada Kadispora Majene terkait penyebutan institusi Polres dalam rekaman tersebut. (*)