SIDRAP – Belakangan ini, Uwa Tira menjadi viral di berbagai platform media sosial dan menjadi topik perbincangan hangat.

Janda beranak empat ini membuat banyak hati tersentuh. Pasalnya, diusianya yang telah lanjut, ia harus menghadapi beban hidup yang sangat berat, tinggal di kandang ayam milik orang lain.

Tidak hanya itu, janda berusia 60 tahun ini tinggal di tempat yang tidak layak dan tidak higienis itu bersama cucunya yang masih berusia 7 tahun.

BACA JUGA: Janda Tua yang Tinggal di Kandang Ayam di Sidrap Dikunjungi Kemensos dan Diberi Bantuan

Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, yang mengetahui kondisi memprihatinkan Uwa Tira, langsung turun tangan dan mengunjungi Uwa Tira di kandang ayam tempat ia tinggal, yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kapolres, bersama sejumlah personelnya, datang membawa bantuan berupa uang tunai, sembako, dan memastikan pembangunan rumah layak huni untuk Uwa Tira.

Saat ini bantuan rumah dari Polres Sidrap tersebut sedang dibangun di atas tanah milik Uwa Tira di Desa Lainungan.

“Kepolisian turut membantu dengan memberikan sembako, uang tunai, serta membangun rumah untuk Uwa Tira. Saat ini, proses pembangunan sedang berjalan. Tanah yang akan dijadikan lokasi rumah tersebut sudah diratakan menggunakan eskavator pada sore tadi,” ujar Ketua IWANI Sidrap, Viena Silka, yang mendampingi Uwa Tira saat ditemui pada Senin, 26 Agustus 2024.

Bersambung ke halaman selanjutnya >>>

Sebelumnya diberitakan, Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79, terselip kisah pilu dari Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Di desa yang berjarak sekitar 15 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sidrap ini, seorang janda tua bernama Uwa Tira harus bertahan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Wanita berusia 60 tahun ini, tinggal di sebuah kandang ayam bersama cucu laki-lakinya yang masih berusia 7 tahun.

Ditemui di kandang ayam tersebut di hari di mana pemerintah sedang merayakan hari kemerdekaan RI yang ke-79, tepatnya hari Sabtu 18 Agustus 2024, Uwa Tira bercerita bahwa suaminya meninggal dunia tujuh tahun silam. Sejak saat itu, hidup wanita empat anak ini menjadi terlunta-lunta.

Awalnya, Uwa Tira tinggal di sebuah gubuk reot milik orang lain. Namun, ketika pemilik gubuk tersebut memutuskan untuk merenovasinya, Uwa Tira diusir dan terpaksa pindah ke kandang ayam yang juga bukan miliknya.

Sudah satu tahun Uwa Tira bertahan hidup di kandang ayam tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan pemberian dari orang lain dan berjualan kue keliling kampung.

Penghasilannya pun sangat minim, hanya berkisar antara 30 hingga 40 ribu rupiah per hari, dan sering kali ia mengalami kerugian.

Tiga laki-laki kini merantau dan hanya sesekali mengirim uang, anak perempuannya yang sudah bersuami, tinggal bersama suaminya yang juga bekerja serabutan.

“Bantuan dari pemerintah hanya sekali dalam tiga bulan dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu 300 ribu rupiah,” ucap dia dengan mata berkaca kaca kepada beritasulsel jaringan beritasatu.com

Kini, nasib Uwa Tira kembali terancam. Kandang ayam yang ia tempati akan segera digunakan oleh pemiliknya untuk memelihara ayam, sehingga Uwa Tira dan cucu kesayangannya terancam kehilangan tempat tinggal lagi.

Dalam kondisi yang serba sulit ini, Uwa Tira berharap ada pihak yang bersedia memberikan bantuan, terutama dari pemerintah, agar ia dapat memiliki rumah layak huni untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama cucunya. (***)