Pinrang – Mayat perempuan yang ditemukan di pematang sawah di Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata korban pembunuhan.

Saat ini pelakunya telah ditangkap dan diamankan di Mapolres Pinrang, hanya saja polisi belum mengetahui apa motif di balik peristiwa itu.

“Iya benar (pelaku telah ditangkap dan diamankan ke Mapolres Pinrang), untuk motifnya masih kita telusuri,” ucap Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Andi Reza Pahlawan yang dikonfirmasi Kamis (3/4/2025)

Selain itu, masih kata Andi Reza, saat ini Polres Pinrang sedang menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Polda Sulsel.

Nantinya, Polres Pinrang akan menggelar konferensi pers bila hasil autopsi dari Polda Sulsel keluar dan motif di balik peristiwa pembunuhan itu juga sudah terungkap.

“Dalam lingkup sementara bahwa pelaku sudah kami amankan adapun motif dan modusnya, masih kami dalami dan sementara menunggu hasil autopsi dari forensik Makassar. Nanti, kalau sudah terang semuanya, kita lakukan release,” jelas Andi Reza.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, digegerkan dengan adanya penemuan mayat perempuan inisial MI (18) merupakan warga kelurahan Salo, yang ditemukan di pematang sawah Selasa (1/4/).

Warga yang menemukan mayat tersebut langsung melaporkan ke Mapolsek Duampanua, Kabupaten Pinrang.

“Benar, tadi ada penemuan mayat perempuan di pematang sawah yang dilaporkan warga,” kata Kapolsek Duampanua Iptu Eko Prabowo, Selasa (1/4/2025).

Dengan adanya laporan tersdbut, pihak polsek Duampanua langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan olah TKP awal.

“Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi dan mayat dibawa ke RS untuk dilakukan visum,” bebernya.

Berdasarkan informasi awal, kata Eko, perempuan tersebut merupakan warga Pinrang yang tinggal di Kelurahan Salo, Kabupaten Pinrang.

Korban sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan dalam kondisi tewas di pematang sawah.

“Informasi awal ini korban orang dari Salo (Kelurahan Salo). Itu dari warga ada yang mengenali,” paparnya.

Eko mengaku belum bisa mengungkapkan dugaan kematian korban. Termasuk apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kalau untuk tanda-tanda kekerasan perlu kami dalami. Nanti kami tunggu hasil visum dari rumah sakit,” jelasnya. (***)

[Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com]