Beritasulsel.com – Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengikuti Program Magang Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) Kepemimpinan, Karakter, dan Bela Negara bertema Antikorupsi resmi mengakhiri masa magang mereka di Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus, Senin (22/6/2026).

Kegiatan penarikan magang tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran mahasiswa sekaligus momentum refleksi atas pengalaman yang diperoleh selama menjalani program di lingkungan peradilan.

Acara penarikan dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus, Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H., para hakim, Panitera Muda, dosen pendamping kegiatan dari Universitas Hasanuddin, serta Ketua BKP Kepemimpinan, Karakter, dan Bela Negara Tema Antikorupsi, Dr. Andi Tenri Famauri Rifai, S.H., M.H.

Program magang tersebut diikuti mahasiswa dari tiga fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selama program berlangsung, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung proses kerja di pengadilan, mulai dari mekanisme persidangan, tahapan penyelesaian perkara, hingga penerapan prinsip integritas dalam sistem peradilan.

Selain memperdalam pemahaman teoritis, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktis mengenai pentingnya profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap peran lembaga peradilan dalam penegakan hukum dan upaya pencegahan korupsi.

Dalam sambutannya, Dr. Andi Tenri Famauri Rifai menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus yang telah memberikan ruang belajar bagi mahasiswa selama program berlangsung.

“Kami sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin dengan Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus. Kami berharap kegiatan ini bukan menjadi akhir, melainkan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai integritas yang dapat diterapkan di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus, Dr. I Wayan Gede Rumega, berpesan agar para mahasiswa terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Teruslah belajar dan berusaha untuk membahagiakan orang tua serta membangun masa depan yang baik. Ingat bahwa keberhasilan sangat ditentukan oleh usaha diri sendiri. Orang tua dan dosen akan selalu memberikan dukungan. Jangan lupa untuk tetap menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” katanya.

Melalui program BKP Kepemimpinan, Karakter, dan Bela Negara bertema Antikorupsi ini, Universitas Hasanuddin berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Program tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia kerja serta mendukung pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berkomitmen terhadap nilai-nilai antikorupsi. (*)