Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Muh Faqi Alim, menggelar sosialisasi Sekolah Aman Tanpa Bullying di SD 77 Lali Jangang, Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (16/7/2026).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” ucap Andi.

Dalam sosialisasi tersebut, Andi Mengatakan bahwa siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, faktor penyebab, hingga dampaknya terhadap korban dan lingkungan sekolah.

Materi disampaikan, kata dia, menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh peserta didik. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, hinaan, pengucilan, serta perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

“Melalui edukasi tersebut, siswa diajak untuk menghargai perbedaan, menjaga sikap, dan membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya,” ungkapnya.

Andi mengatakan bahwa kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sekaligus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Andi Muh Faqi Alim juga menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam mencegah bullying. Siswa diharapkan tidak melakukan perundungan, berani menolak tindakan tersebut, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban, serta melaporkan kejadian kepada guru atau pihak sekolah.

“Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab sejak dini,” ungkapnya.

Pencegahan perundungan dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, tidak hanya melalui penerapan peraturan, tetapi juga dengan membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap siswa SD 77 Lali Jangang dapat menerapkan perilaku saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Sosialisasi Sekolah Aman Tanpa Bullying menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Desa Bonto Tappalang. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan.

Dengan dukungan guru dan pihak sekolah, pemahaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa. (*)