Bantaeng — Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memaparkan hasil program kerja selama melaksanakan pengabdian di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.
Seminar hasil program kerja tersebut digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan dihadiri Pemerintah Desa Bonto Lojong, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan capaian, manfaat, sekaligus evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan dengan mengusung tema perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Dalam seminar tersebut, masing-masing mahasiswa mempresentasikan program kerja individu yang telah dijalankan di tengah masyarakat.
Adelia Ramadani A. memaparkan program pembentukan lembaga bank sampah sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terorganisir di Desa Bonto Lojong.
Sementara Vilka Damayan Suso Rombebunga memperkenalkan Kalender Prediksi Risiko Iklim yang dirancang sebagai media informasi mengenai potensi risiko iklim bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Program lainnya yakni ReCap (Recycle Cap) yang digagas Sri Mulyanti. Program tersebut memanfaatkan tutup botol bekas untuk dibuat menjadi gantungan kunci melalui kegiatan kreatif bersama siswa sekolah dasar.
Kurnia Rahma Sari melaksanakan workshop pemilahan sampah organik dan anorganik bagi Karang Taruna Desa Bonto Lojong. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Selanjutnya, Indriani Saleh mengembangkan program optimalisasi limbah organik menjadi eco enzyme. Program tersebut mendorong pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Di bidang pemetaan wilayah, M. Athallah Zaidan R. membuat peta kemiringan lereng Desa Bonto Lojong. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi informasi pendukung untuk mengenali kondisi wilayah serta potensi risiko bencana yang berkaitan dengan topografi.
Sementara Fatur Rahman melaksanakan program pembuatan lubang biopori sebagai upaya meningkatkan resapan air ke dalam tanah sekaligus memanfaatkan limbah organik menjadi kompos alami.
Seminar berlangsung secara interaktif. Peserta memberikan tanggapan, saran, dan masukan terhadap program yang telah dilaksanakan mahasiswa.
Diskusi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melihat capaian, manfaat, kendala, serta peluang keberlanjutan dari masing-masing program.
Secara umum, program kerja mahasiswa mendapat respons positif dari peserta. Program-program tersebut diharapkan tetap dapat dimanfaatkan dan dikembangkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Melalui seminar hasil ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas juga memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan serta adaptasi menghadapi perubahan iklim.
Hasil program yang telah dilaksanakan diharapkan tidak berhenti pada masa KKN, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan masyarakat Desa Bonto Lojong dalam menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim. (*)


