Beritasulsel.com – Persiapan kontingen Kota Parepare menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo diwarnai persoalan anggaran. Hingga Rabu (4/11/2026), anggaran untuk keberangkatan dan kebutuhan 328 atlet belum juga dicairkan.
Keterlambatan tersebut mulai menimbulkan keresahan di kalangan pengurus cabang olahraga (cabor) hingga atlet. Bahkan, sejumlah cabor terpaksa menggunakan dana pribadi untuk membiayai atlet yang lebih dahulu diberangkatkan ke lokasi pertandingan.
Persoalan ini terungkap dalam rapat persiapan kontingen Porprov Parepare yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Rabu (4/11/2026). Rapat tersebut dihadiri pengurus sejumlah cabor, KONI, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Parepare, Mardiah.
Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante, mengakui hingga rapat berlangsung belum ada pencairan anggaran untuk kebutuhan kontingen.
“Belum ada (pencairan). Jadi, sampai hari ini teman-teman cabor yang sudah berangkat duluan itu masih ditalangi oleh ketua-ketua cabornya masing-masing,” ujar Fadly.
Dia menjelaskan, kontingen Parepare yang dipersiapkan mengikuti Porprov berjumlah 524 orang. Rinciannya, 328 atlet serta 196 manajer dan ofisial.
Menurut Fadly, ketidakjelasan pencairan anggaran tersebut berdampak terhadap kesiapan atlet. Sejumlah cabor dan atlet mulai merasa resah karena keterbatasan biaya operasional, termasuk untuk menunjang intensitas latihan menjelang pertandingan.
“Resah! Kita tidak bisa pungkiri itu, rata-rata cabor sampai ke atlet itu resah. Mereka ini tidak intens melakukan latihan karena kurangnya anggaran. Jangankan atlet, Ketua KONI saja ini terganggu psikologinya gegara ini,” ungkapnya.
Fadly menerangkan, persoalan anggaran tersebut bukan karena dana melekat pada KONI. Sebab, pembiayaan Porprov tahun ini dialokasikan sebagai kegiatan pada dinas terkait, bukan melalui skema hibah kepada KONI.
Dia menyebut proses pencairan anggaran sempat tertahan karena menunggu pelantikan pejabat teknis atau kepala bidang yang memiliki kewenangan dalam mekanisme administrasi pencairan.
“Karena kami di KONI ini tidak masuk ke dalam wilayah penganggaran itu, karena itu melekat sebagai kegiatan di dinas, bukan anggaran hibah. Cuma mekanisme untuk melakukan pencairan ini menunggu pelantikan kepala bidangnya,” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, KONI Parepare mulai menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan meminta setiap cabor memaksimalkan dana hibah KONI sebesar Rp1,5 juta per cabor.
Selain itu, pengurus cabor juga diminta mengupayakan dana talangan untuk memenuhi kebutuhan atlet apabila anggaran dari pemerintah daerah belum tersedia.
“Tentu kami juga mendorong agar supaya memaksimalkan penggunaan dana hibah yang dari KONI, yang Rp1,5 juta per cabor itu. Kami sudah sampaikan bahwa teman-teman cabor standby untuk mengupayakan dana talangan,” katanya.
Persoalan anggaran juga memunculkan tanda tanya terkait kesiapan fasilitas penunjang kontingen, termasuk seragam resmi untuk parade atlet. Fadly mengaku belum mengetahui sejauh mana proses pengadaan seragam tersebut karena menjadi kewenangan dinas terkait.
Sementara untuk kebutuhan kesehatan, KONI telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Parepare agar membantu penyediaan obat-obatan dan vitamin bagi atlet selama mengikuti pertandingan.
“Baju seragam kami belum melihat itu, persoalan apakah sudah diproses lelang atau teknisnya ada semua di Dinas Kepemudaan. Kalau vitamin, kemarin kami minta Kepala Dinas Kesehatan agar supaya bisa membantu mengalokasikan obat-obatan ke atlet,” tuturnya.
Meski persoalan anggaran belum tuntas, agenda pelepasan kontingen tetap dijadwalkan berlangsung Kamis malam (5/11/2026) di Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.
Setelah seremoni pelepasan, rombongan kontingen dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Bone dan Wajo untuk melakukan pendaftaran delegasi Parepare.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Parepare, Mardiah, yang dikonfirmasi secara terpisah belum bersedia memberikan penjelasan mengenai hasil rapat maupun kepastian pencairan anggaran Porprov.
“Nanti nah. Jangan mi saya (dikonfirmasi), ada pelantikan dulu,” ujarnya singkat.
Belum adanya kepastian pencairan anggaran menjelang keberangkatan kontingen pun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Pasalnya, keterlambatan dukungan pembiayaan berpotensi memengaruhi kesiapan atlet yang diharapkan mampu membawa prestasi bagi Kota Parepare di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. (*)


