Beritasulsel.com – Aktivis Jaringan Oposisi Loyal (JOL) Kota Parepare, Muh Ikbal, menyoroti menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima peserta didik di sejumlah sekolah di Parepare. Ia menduga menu yang dibagikan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Ikbal, berdasarkan juknis BGN, alokasi anggaran per porsi MBG sebesar Rp15 ribu per siswa. Namun, menu yang diterima siswa hanya berupa satu butir telur, satu buah roti, empat kurma, dan satu bungkus kacang.
“Kalau kita hitung, totalnya hanya berkisar Rp7 ribu. Artinya, ada selisih yang patut dipertanyakan,” kata Muh Ikbal di Parepare, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menyebut dugaan ketidaksesuaian tersebut berpotensi terjadi pada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Parepare. Ikbal menduga pengelola yayasan dan manajemen SPPG memainkan porsi menu sehingga tidak mencerminkan nilai anggaran yang telah ditetapkan.
“Kami menduga kuat anggaran ratusan triliun rupiah yang digelontorkan secara nasional berpotensi tidak tepat sasaran jika praktik seperti ini dibiarkan. Yayasan dan pengelola SPPG kami duga bermain di porsi menu MBG,” ujarnya.
Ikbal bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk penyimpangan yang mencederai tujuan program. “Ini bukan lagi program gizi, melainkan maling berkedok gizi,” kata dia.
Ia mendesak kepala kantor SPPG di Parepare untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Selain itu, ia meminta dilakukan audit terhadap pengelolaan anggaran dan distribusi menu MBG.
“Semua SPPG yang beroperasi di Kota Parepare harus diperiksa. Jangan sampai uang dari pajak rakyat ditilap oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutur Ikbal. (*)


