Soppeng – Sebanyak sembilan orang tewas tertimpa pohon raksasa di situs Pettabulue, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebagaimana informasi yang diterima Beritasulsel jaringan Beritasatu.com, peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu 3 November 2024, sekitar pukul 11.30 Wita.

Selain merenggut korban jiwa, terdapat delapan korban luka dan kini dirawat di Rumah Sakit di Kabupaten Soppeng. Berikut ini daftar nama korban meninggal dunia dan korban luka-luka.

Berikut Nama 8 Korban Luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit.

1. Perempuan atas nama Sulfiana (20), asal Keluraham Sewo, Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Sulfiana mengalami keluhan seluruh badan terasa sakit

2.  Perempuan ats nama Satriana (27), asalPujananting Kabupaten Barru. Satriana mengalami luka pada tangan kiri dan kepala mengalami rasa sakit.

3. Perempuan Hj. Nafisah (66), asal Kelurahan Sewo Kabupaten Soppeng. Hj. Nafisah mengalami patah pada tangan kanan.

4. Lelaki atas nama Taju (24), asal Teppoe Desa Mattabulu, Kabupaten Soppeng. Taju mengalami luka punggung patah.

5. Perempuan Sakkatang (33), asal Lisu, Kabupaten Soppeng, mengalami punggung patah.

6. Perempuan Nur Indah (29), asal Lempobakke, mengalami luka dan kepala sakit

7. Perempuan atas nama Iruse (35), asal Pujananting Kabupaten Barru.

8. Lelaki atas nama Iwan (36), alamat Pujananting Kabupaten Barru, mengalami luka kaki sakit.

9 Korban Meninggal Dunia Semua Berasal dari Kabupaten Soppeng, ini daftar namanya.

1. Perempuan atas nama Rosmini (47), asal Lisu Lawo, Kecamatan Lalabata

2. Perempuan bernama Marnuni (34) asal Lisu Lawo, Kecamatan Lalabata. (nomor 1 dan 2 bersaudara)

3. Lelaki atas nama Asse (40), asal Kelurahan Sewo, Kecamatan Lalabata.

4. Perempuan atas nama Ikada, asal Kelurahan Sewo, Kecamatan Lalabata, (nomor 3 dan 4 bersaudara)

5. Lelaki atas nama Wammenneng, (60), asal Kelurahan Sewo.

6. Perempuan atas nama Karyati (55), asal Kelurahan Sewo.

7. Lelaki atas nama Agus usia pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Kelurahan Sewo. (Nomor 6 dan 7 merupakan Ibu dan anak)

8. Perempuan Rabiah (50), asal Kelurahan Sewo.

9. Perempuan atas mama Nuraeni, asal Kelurahan Sewo.

Kronologi kejadian 9 orang tewas tertimpa pohon.

Dihimpun dari berbagai sumber, Situs Pettabulue memang ramai dikunjungi warga terutama pada hari Minggu.

Para wisatawan yang datang ada yang untuk berwisata melihat tempat bersejarah di Kabupaten Soppeng, dan ada juga yang datang untuk melepaskan hajat atau niatan mereka di masa lampau dengan cara memberikan sesajen.

Lalu pada hari kejadian, cuaca sedang tidak bersahabat, hujan dan angin kencang melanda tempat tersebut.

Karena hujan deras mengguyur, para wisatawan pun beristerahat. Mereka berkumpul dan berteduh di sebuah pondok.

Namun nahas, tiba tiba petir menyambar salah satu pohon raksasa yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun yang berada dekat dari pondok tersebut.

Pohon tersebut tumbang dan menimpa pondok tempat para wisatawan berteduh, hal itulah yang menyebabkan mereka meninggal dunia dan luka luka karena tertimpa pohon raksasa.

Kapolres Soppeng, AKBP Muh Yusuf Usman yang dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tragis tersebut.

“Iya ada 9 orang yang meninggal dunia, 8 luka luka dan kini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis,” ucap Kapolres.

Untuk jenazah para korban meninggal dunia, kini telah diserahkan ke keluarga msing masing untuk dimakamkan. (***)