Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Desa melaksanakan program kerja Pembuatan Katalog Produk Desa Bonto Tappalang melalui Media Sosial yang berlangsung pada 6–11 Agustus 2026 di Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mahasiswa KKN dalam membantu memperkenalkan berbagai potensi dan produk masyarakat Desa Bonto Tappalang melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya Instagram dan WhatsApp.
Rangkaian kegiatan diawali pada 6 Agustus 2026 dengan melakukan observasi terhadap potensi produk yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Bonto Tappalang.

Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai jenis produk yang tersedia serta potensi yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan wawancara dengan masyarakat dan pihak terkait untuk mengumpulkan informasi mengenai produk-produk desa. Informasi tersebut menjadi bahan dalam penyusunan katalog agar data yang ditampilkan dapat sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di Desa Bonto Tappalang.

Selain observasi dan wawancara, kegiatan juga mencakup pelatihan penggunaan WhatsApp Business. Pelatihan ini diberikan sebagai bentuk pengenalan pemanfaatan media digital untuk mendukung kegiatan promosi dan komunikasi dengan calon konsumen. Melalui WhatsApp Business, masyarakat diperkenalkan dengan beberapa fitur yang dapat digunakan untuk menunjang pemasaran produk secara lebih terorganisir.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan dan pembuatan Katalog Produk Desa Bonto Tappalang. Katalog tersebut memuat informasi mengenai berbagai produk dan potensi lokal yang telah dihimpun selama proses observasi dan wawancara. Katalog dibuat dalam bentuk yang informatif dan mudah dipahami sehingga dapat digunakan sebagai media pengenalan produk desa.

Setelah proses penyusunan selesai, katalog tersebut kemudian dipersiapkan untuk dipublikasikan melalui media sosial, khususnya Instagram dan WhatsApp. Pemanfaatan media sosial diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai produk masyarakat Desa Bonto Tappalang sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas.

Seluruh rangkaian kegiatan program kerja ini diselesaikan pada 11 Agustus 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari pengumpulan informasi hingga menghasilkan katalog produk desa yang siap digunakan sebagai media promosi digital.

Wahyu Putra Anugrah selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas Gelombang 116 Desa Bonto Tappalang menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperkenalkan produk lokal melalui pemanfaatan media digital.

“Kami berharap katalog produk desa ini dapat membantu masyarakat Bonto Tappalang dalam memperkenalkan produk yang mereka miliki kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, pelatihan WhatsApp Business juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan media digital untuk mendukung pemasaran produk,” ujar Wahyu.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bonto Tappalang melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial.

Dengan adanya katalog produk desa dan pengenalan pemasaran digital, mahasiswa berharap potensi produk lokal Desa Bonto Tappalang dapat semakin dikenal serta memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonominya secara berkelanjutan. (*)