Beritasulsel.com — Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMAN 4 Parepare menggelar Training Legislatif di Gedung Paripurna DPRD Kota Parepare, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memahami fungsi lembaga legislatif, serta mengasah kemampuan dalam menyampaikan aspirasi.

Training Legislatif ini juga menjadi bagian dari upaya MPK SMAN 4 Parepare memperkenalkan peran organisasi pelajar sebagai wadah pengembangan kemampuan siswa dalam berorganisasi dan menyampaikan gagasan.

Ketua Umum MPK SMAN 4 Parepare, Muhammad Rafsanjani Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk calon pemimpin yang mampu memberikan dampak nyata melalui organisasi.

“Training Legislatif ini berorientasi untuk menghasilkan pemimpin yang mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam lingkungan persyarikatan yang dihimpun melalui MPK,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir. Selain menyapa para peserta, Kaharuddin juga menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Ketua DPRD memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai fungsi lembaga legislatif, kepemimpinan, serta pengalaman dalam berorganisasi.

Para peserta tampak aktif mengikuti materi. Hal itu terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, ketika sejumlah siswa menyampaikan pertanyaan sekaligus aspirasi kepada Ketua DPRD Kota Parepare.

Selain Kaharuddin Kadir, Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Parepare, Agus, juga hadir sebagai pemateri.

Materi yang disampaikan Agus berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan pelajar. Peserta didorong untuk berpikir kritis, memahami peran organisasi, mampu menyampaikan aspirasi, serta berani mengambil peran sebagai pemimpin di lingkungan pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, MPK SMAN 4 Parepare diharapkan dapat menjadi wadah yang melahirkan pemimpin-pemimpin pelajar yang tidak hanya memahami teori kepemimpinan dan legislatif, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan berdasarkan data dan alasan yang kuat.

Para peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memberikan dampak positif bagi sekolah, organisasi, maupun masyarakat. (*)