Perjelas Batas Wilayah, Mahasiswa KKN Unhas Pasang Papan Penanda Dusun dan Fasilitas Umum di Desa Bonto Tappalang

Bonto Tappalang, Tompobulu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pembuatan dan pemasangan papan penanda dusun dan fasilitas umum di Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, pada 21–25 Juli 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada sejumlah titik strategis yang telah dikoordinasikan dan disepakati bersama perangkat dusun. Program tersebut bertujuan memperjelas identitas wilayah sekaligus memudahkan masyarakat dan pendatang dalam menemukan lokasi RT, RW, serta fasilitas umum yang berada di lingkungan Desa Bonto Tappalang.

Sebanyak 13 papan penanda dibuat dan dipasang dalam program ini. Rinciannya terdiri atas 10 papan penanda RT/RW, yakni lima papan penunjuk arah RT dan RW serta lima papan penanda rumah ketua masing-masing RT dan RW. Selain itu, tiga papan penanda dipasang untuk fasilitas umum, yaitu masjid, TK, dan SD.

Penanggung jawab program, Tsabitah Farah Muflihah, mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Unhas, mengatakan bahwa keberadaan papan penanda diharapkan dapat membuat informasi lingkungan lebih mudah dikenali dan diakses oleh masyarakat.

“Papan penanda ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dan pendatang dalam menemukan lokasi RT, RW, maupun fasilitas umum. Selain sebagai penunjuk arah, papan ini juga membantu memperjelas identitas wilayah dan membuat informasi lingkungan menjadi lebih tertata,” ujar Tsabitah.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi dan penentuan titik pemasangan bersama perangkat dusun. Mahasiswa kemudian menyiapkan bahan dan memulai proses pembuatan papan lalu memasangnya di lokasi yang telah ditentukan. Pemerintah desa turut memberikan arahan dan tenaga, sementara sejumlah ketua RT dan RW terlibat langsung dalam proses pemasangan.

Salah satu masyarakat, Kasmiawati, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keberadaan papan penanda baru sangat membantu masyarakat karena beberapa papan yang sebelumnya tersedia telah mengalami kerusakan.

“Pembuatan papan penanda ini sangat membantu dusun karena papan penanda yang sebelumnya ada sebagian sudah rusak. Dengan adanya papan yang baru, masyarakat akan lebih mudah mengetahui dan menemukan lokasi di lingkungan dusun,” tutur Kasmiawati.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap papan penanda yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan. Selain membantu navigasi masyarakat dan pendatang, keberadaan papan tersebut diharapkan dapat mendukung keteraturan informasi wilayah serta memudahkan akses menuju fasilitas umum di Desa Bonto Tappalang. (*)