Bantaeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan keluarga melalui pendekatan dari rumah ke rumah.

Kegiatan yang digelar di Desa Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, pada 12 Agustus 2026 itu mengusung edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berbeda dengan sosialisasi yang umumnya dilakukan secara terpusat, mahasiswa mendatangi rumah-rumah warga secara langsung. Pendekatan door to door tersebut dilakukan agar materi keamanan pangan dapat disampaikan secara lebih dekat, interaktif, dan sesuai dengan kondisi sehari-hari masyarakat.

Program kerja individu itu diinisiasi Valentino Londong Pare, mahasiswa KKN-T Keamanan Pangan Unhas Gelombang 116. Sasaran kegiatan mencakup keluarga, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam menentukan pemilihan dan pengolahan pangan untuk anggota keluarga.

Remaja dan anak-anak juga dilibatkan untuk menanamkan kesadaran mengenai keamanan pangan sejak dini.

“Keamanan pangan sebenarnya dimulai dari rumah. Karena itu, kami memilih pendekatan door to door agar edukasi ini bisa langsung diterima oleh keluarga. Kami ingin ibu rumah tangga, remaja, maupun anak-anak memiliki pemahaman sederhana tentang bagaimana memilih, mengolah, menyimpan, dan mengonsumsi pangan yang aman,” ujar Valentino.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah. Warga diajak berdialog mengenai kebiasaan mereka dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan sehari-hari.

Materi yang diberikan mencakup lima kunci utama keamanan pangan keluarga, yakni mengenali pangan yang aman, membeli pangan dari sumber terpercaya, membaca label dengan cermat, menjaga kebersihan, serta melaporkan produk pangan yang diduga tidak aman.

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan sebelum makan, memastikan kebersihan makanan dan lingkungan pengolahan, serta memperhatikan informasi penting pada kemasan produk pangan.

Pelibatan anak-anak dan remaja menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara bagi ibu rumah tangga, edukasi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran mereka sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan keluarga. Sebab, berbagai keputusan terkait pemilihan bahan makanan hingga proses pengolahan umumnya berlangsung di lingkungan rumah tangga.

Pendekatan door to door juga memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi dalam memilih maupun mengolah pangan. Interaksi secara langsung membuat edukasi menjadi lebih personal dan mudah dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas berharap pengetahuan mengenai keamanan pangan tidak berhenti pada saat sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh keluarga di Desa Pa’jukukang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa keamanan pangan dapat dimulai dari lingkungan paling sederhana, yakni rumah, melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap anggota keluarga. (*)