Bantaeng — Pelaksana program kerja KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bermitra dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kader keamanan pangan di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, 4–6 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah komunitas masyarakat, rumah tangga, dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman serta praktik keamanan pangan di tingkat desa. Bimtek dilaksanakan dengan melibatkan kader keamanan pangan desa sebagai penggerak edukasi kepada masyarakat.
Pelaksana program kerja, Riris, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Materi yang diberikan berfokus pada pentingnya penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari serta peran kader dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Mentor BPOM Pusat, Fitriani, menekankan bahwa keamanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kesehatan dan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit akibat pangan.
“Bayangkan tahun 2017 saja beban ekonomi akibat diare mencapai Rp226,3 triliun. Apalagi tahun 2026, pasti angkanya bertambah seiring pertambahan penduduk dan inflasi,” ujar Fitriani.
Menurutnya, pelaksanaan program keamanan pangan perlu diperkuat agar masyarakat dan pemangku kepentingan memiliki kesadaran bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan pangan.
“Apalah arti ketahanan pangan tanpa keamanan pangan di dalamnya. Percuma bahan pangan melimpah, tetapi tidak aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Melalui bimtek tersebut, kader diharapkan tidak hanya memahami materi keamanan pangan, tetapi juga mampu meneruskannya kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi di sekolah, rumah tangga, dan komunitas.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi bagian dari upaya pelaksana program kerja bersama BPOM dalam mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar dan mampu menerapkan prinsip keamanan pangan secara mandiri di tingkat desa. (*)


