TALIABU – Seorang wanita bernama Elizabeth Yamalau ditemukan tewas dililit ular piton berukuran besar di area perkebunan tepatnya di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Selasa (9/6/2026) malam.

Ibu rumah tangga berusia 44 tahun tersebut diketahui berangkat ke kebun seorang diri pada Selasa siang sekitar pukul 15.00 WIT.

Saat itu, Elizabeth bermaksud memindahkan sapi ternak miliknya yang berada di area perkebunan tidak jauh dari kediaman korban.

Namun hingga petang atau menjelang malam, korban tak kunjung pulang ke rumah. Hal itu membuat suaminya, Benyamin Lanto, merasa khawatir dan menyusul ke kebun mencari korban.

Dalam pencarian itu, Benyamin menemukan payung yang digunakan istrinya saat ke kebun. Tidak jauh dari payung itu, ia menemukan istrinya tewas dililit ular piton.

Sebagian tubuh korban sudah berada di dalam mulut hewan ganas tersebut dan nyaris ditelan bulat bulat.

Selanjutnya, Benyamin menebas ular tersebut lalu menyelamatkan atau mengevakuasi tubuh istrinya ke rumah duka.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, yang dikonfirmasi oleh sejumlah awak media membenarkan hal itu.

“Suami korban yang datang ke lokasi mendapati istrinya telah diserang ular piton. Saat ditemukan, korban sudah tidak dapat diselamatkan (meninggal dunia),” kata Adnan, Rabu (10/6/2026).

Melihat kondisi tersebut, lanjuta Adnan, Benyamin berupaya menghentikan serangan ular dengan menggunakan senjata tajam.

Setelah ular berhasil dilumpuhkan, korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui peristiwa itu, berdatangan ke kebun membantu mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut.

Adnan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area perkebunan maupun kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar.

Warga, kata Adnan, sebaiknya tidak beraktivitas seorang diri di lokasi yang jauh dari permukiman guna mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berada di kebun atau hutan, terutama di daerah yang berpotensi menjadi habitat ular dan satwa liar lainnya,” ujar Adnan.

Peristiwa wanita di Pulau Taliabu tewas dililit ular piton tersebut menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa berhati hati meningkatkan kewaspadaan dalam beraktigitas seorang diri agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. (***)